Kasus Megamendung, Hakim Hanya Vonis Denda Rp 20 Juta Terdakwa Rizieq Shihab

Sidang putusan terdakwa Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pimpinan Suparman Nyompa dengan Anggota majelis M. Djohan Arifin, Syarief Baharudin hanya menjatuhkan pidana denda Rp 20 juta subsider 5 bulan kurungan terhadap terdakwa Rizieq Shihab, Kamis (27/5/2021).

Putusan perkara nomor: 226 itu terkait kerumunan massa di Megamendung Bogor, Jawa Barat. Putusan Majelis Hakim jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI dan JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur yang telah menjatuhkan tuntutan 10 bulan pidana penjara dan denda Rp 50 juta.

Majelis hakim dalam amar putusannya yang ditayangkan secara live streaming untuk media itu mengatakan terdakwa Moh. Rizieq Bin Sayyid Husein Shihab terbukti bersalah melakukan tindak pidana. "Tidak mematuhi penyelenggaraan kesehatan" sebagaimana dakwaan pertama Penuntut Umum menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana denda sebesar Rp 20.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 5 bulan dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 5.000.

BACA JUGA: Rizieq Shihab Dituntut Dua Tahun Penjara

Usai membacakan putusan majelis Hakim bertanya kepada terdakwa dan Penasehat Hukumnya, menerima atau tidak menerima hukum itu.

"Yang mulia, kita pikirkan pikiran dulu," jawab penasehat hukum terdakwa HRS.

Sementara JPU juga mengatakan pikir-pikir. Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH, MH hingga berita ini ditayangkan belum menjawab konfirmasi media ini.

Dalam kasus Megamendung, Rizieq disangkakan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Pada dakwaan kedua Rizieq Shihab juga disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 14 tahun 1948 tentang Wabah Penyakit Menular, sementara pada dakwaan ketiga JPU menyatakan Rizieq melanggar pasal 216 ayat 1 KUHP.

 

Penulis: Tomson

 

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.