Kejagung Periksa 7 Saksi Dugaan Korupsi Pembangunan Transmisi Listrik dan PT. Asabri

limitnews.net

Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH,MH. Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan pemeriksaan terhadap 1 orang saksi yang terkait perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait Pembangunan Jalur Transmisi (T/L) 275 KV Kilianjaro-Payakumbuh Sumatera Barat pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Medan Tahun Anggaran (TA)  2016-2017, dan 6 saksi pada dugaan koreupsi PT. Asabri, Selasa (10/8/2021).

Saksi yang diperiksa yaitu EY selaku Asisten Manajer Teknik, terkait laporan pemeriksaan progress pekerjaan pembangunan tower tegangan listrik 275 KV Kiliranjao-Payakumbuh.

Sementara pemeriksaan  6 orang saksi yang terkait dengan Perkara Tipikor dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi  PT. ASABRI (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 sampai dengan  2019, masing-masing:

1.A selaku Nominee Tersangka BTS, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT. ASABRI (Persero)

2.IK selaku Pegawai PT. ASABRI (Persero), diperiksa terkait dengan pendalaman tersangka 10 Manager Investasi (MI)

3.SL selaku Kepala Divisi Kas dan Pembayaran PT. ASABRI (Persero), diperiksa terkait dengan pendalaman tersangka 10 Manager Investasi (MI)

4.BS selaku Kepala Divisi Kepatuhan dan Hukum PT. ASABRI (Persero), diperiksa terkait dengan pendalaman tersangka 10 Manager Investasi (MI)

5.MP selaku Staf Khusus Direksi PT. ASABRI (Persero), diperiksa terkait dengan pendalaman tersangka 10 Manager Investasi (MI)

6.ET selaku Komite Resiko PT. ASABRI (Persero), diperiksa terkait dengan pendalaman tersangka 10 Manager Investasi (MI)

Menurut Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Ebenezer Simanjuntak, SH, MH bahwa pemeriksaan yang diulakukan Tim penyidik Pembangunan Jalur Transmisi (T/L) 275 KV Kilianjaro-Payakumbuh Sumatera Barat maupun pada dugaan korupsi pengelolaan dana investasi PT. ASABRI (Persero) adalah upaya penyidik membuat terang peristiwa pidananya.

“Keterangan para saksi-saksi itu digali guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidananya,” ujar Kapuspenkum Leonardo Ebenezer.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.