Kejagung Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Pengalihan Izin Tambang di Jambi

Tersangka ditahan Kejaksaan. Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan 3 orang saksi dan menahan satu orang tersangka,  Rabu (9/6/2021).

Tiga saksi yang diperiksa itu terkait dengan kasus pengalihan Izin Usaha Tambang, di Kabupaten Sarolangun, Prov Jambi masing-masing:

1.Saksi YK selaku VP Legal and Compliance PT. Antam, Tbk. Saksi diperiksa mekanisme/Standard Operating Procedure (SOP) akuisisi PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT. Indonesia Coal Resources (ICR).

2.Saksi DT selaku Direktur Keuangan PT. Antam, Tbk tahun 2008 s/d 2016. Saksi diperiksa mekanisme/Standard Operating Procedure (SOP) akuisisi PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT. Indonesia Coal Resources (ICR).

3.Tersangka MTM selaku Mantan Komisaris PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) tahun 2010-2011. Tersangka diperiksa mekanisme/Standard Operating Procedure (SOP) akuisisi PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT. Indonesia Coal Resources (ICR).

"Setelah selesai pemeriksaan tersangka MTM dilakukan penahanan oleh penyidik. Dilakukan penahanan untuk waktu 20 hari, terhitung 09 Juni 2021 s/d 28 Juni 2021 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung," kata Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH, MH.

Adapun peran Tersangka MTM kata Kapuspenkum, MTM telah bersepakat dengan Tersangka BM selaku Direktur Utama PT. ICR tahun 2008 s/d 2014 dalam menentukan harga akuisisi sebesar Rp.92.500.000.000, walaupun belum dilakukan due dilligence.

"Tersangka MTM juga bersama dengan Tersangka MH selaku Komisaris PT. Tamarona Mas Internasional periode 2009 s/d sekarang, bekerja sama untuk mensiasati seolah-olah menanam saham Rp. 1,250 milyar di PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) supaya PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) dapat digunakan sebagai perusahaan perantara peralihan IUP dari PT. Tamarona Mas Internasional (TMI)," ungkap Kapuspenkum.

Sementara itu, tersangka MTM menerima pembayaran sebesar Rp 56,500 miliar dari hasil akuisisi PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa oleh PT. Indonesia Coal Resources.

Selanjutnya, tersangka MTM dan tersangka MH selaku Komisaris PT. Tamarona Mas Internasional periode 2009 s/d sekarang, menjamin keaslian dokumen-dokumen perijinan, padahal dokumen banyak yang tidak lengkap dan hanya fotocopy saja.

"Tersangka MTM dijerat pasal sangkaan yang diterapkan terhadap Tersangka lainnya, yaitu: Primair:Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujar Leonard.

“Subsidair:Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (¬1) ke-1 KUHP," sambung Leonard.

Kapuspenkum menjelaskan bahwa penanganan perkara ini merupakan program prioritas Jaksa Agung RI tentang penyelesaian penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus.

"Sebelum dilakukan penahanan, Tersangka MTM telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen serta dinyatakan sehat, baru dilakukan penahanan," tutupnya.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.