Kompolnas Belum Terima Klarifikasi dari Kapolda Terkait Tersangka Pembunuhan Berencana Bebas

Posted by : limitnew 13 Februari 2024 Tags : Dirhubag MSPI , Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto , Kompolnas
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, SIK, MH. Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Tiga tersangka (Jonson (36), Purwanto alias Ompong (32), dan Sumaryadi alias Yadi (41)) dalam kasus pembunuhan berencana terhadap kematian Alm Herdi Sibolga alias Acuan yang diduga dilepaskan Penyidik Unit IV Subditumum Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sampai saat ini masih gelap.

Sementara Komisi Kepolisisan Nasional (Kompolnas) sampai saat ini juga belum menerima klarifikasi dari Kapolda Metro Jaya, dimana tersangka Jonson saat ini.

“Diberitahukan bahwa keluhan saudara telah diterima Kompolnas dengan No. Reg: 2375/11/RES/IX/2023/Kompolnas dan telah disampaikan Surat Permohonan Klarifikasi kepada Kapolda Metro Jaya sesuai surat Ketua Kompolnas Nomor: B-2375A/Kompolnas/11/2023, tanggal 6 November 2023 untuk ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama,” demikian isi Surat Kompolnas yang diterima  limitnews.net dari Direktur Hubungan Antar Kelembagaan (Dirhubag) Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI), Thomson Gultom, Senin (12/2/2024).

BERITA TERKAIT: MSPI Desak Kompolnas Minta Kapolri Tangkap Tiga Tersangka Pembunuhan Berencana Herdi Sibolga

Menurut Dirhubag MSPI itu, di hari yang naas itu, Jumat, 20 Juli 2018, Pkl. 23.43. WIb, Alm Herdi Sibolga alias Acuan dengan sangat mengenaskan tewas ditembus dua butir timah panas di leher dan dada yang meluncur dari senjata laras pendek Organik dari tangan seorang profesional dari jarak lima meter yang langsung menghujam pada dua titik mematikan yang membuat Alm Herdi Sibolga alias Acuan tidak sempat tertolong dan meninggal ditempat.

Kisah pilu dirasakan 4 anak, 1 Istri, 2 Adik dan 1 Ibunda alm Herdi Sibolga yang menggantungkan hidupnya dari alm Herdi Sibolga alias Acuan. Terlebih 3 anak yang masih sekokah TK yang sangat membutuhkan sosok seorang ayah harus ditinggalan ayahnya untuk selama-lamanya.

Lebih memilukan lagi bagi keluarga yang ditinggalkan alm Herdi Sibolga alias Acuan, dimana Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak mampu memberikan keadilan atas kematian Alm Herdi Sibolga alias Acuan, karena tiga tersangkanya tidak diadili.

Sementara untuk mendapatkan keadilan itu, adik dan ibu alm Herdi Sibolga telah memohon perlindungan hukum kepada Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Nico Afinta, S.I.K, SH, MH, kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan korban (LPSK). Namun upaya itu siasia belaka, Jonson (36), Purwanto alias Ompong (32), dan Sumaryadi als Yadi (41), tetap “gelap”.

Seperti diketahui sebelumnya tujuh tersangka yang ditangkap anggota Unit IV Subditumum Ditkrimum Polda Metro Jaya, masing-masing Jonson (36), Purwanto alias Ompong (32), dan Sumaryadi als Yadi (41), Handoko alias Alex, Ahmad Sunandar alias Nandar, Suwondo Giri alias Wondo, Marno, dijerat Pasal 340, KUHP, Subsider 338 KUHP, Jo Pasal 55, dan 56, KUHP JO. UU No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan pembunuhan berencana sencara bersama-sama terhadap alm Herdi Sibolga als Acuan di Jl Fajar, Telug Gong, Kec Penjaringan, Jakarta Utara, pada Tgl. 20 Juli 2018, Pkl. 23.43 WIB. Enam tahun, silam.

BACA JUGA: ICW: Polda Metro Tidak Serius Tangani Perkara Firli Bahuri

Jika tiga tersangka belum diadili, Empat tersangka lainnya  masing-masing Handoko alias Alex (actor intelektual), Ahmad Sunandar alias Nandar (eksekutor), telah divonis seumur hidup dan sudah berkekuatan hukum tetap dan tersangka Marno (TNI-Al aktif), Suwondo Giri als Wondo (TNI-AL aktif), sudah dijatuhi hukuman oleh di Pengadilan Militer dan juga sudah berkekuatan hukum tetap.

Dari hasil persidangan terungkap, bahwa motif pembunuhan berencana tersebut adalah persaingan bisnis. Persaingan bisnis niaga BBM Solar di Pantai Utara Jakarta.

 

Penulis: Herlyna/Demson

RELATED POSTS
FOLLOW US