Kuasa Pelapor Berharap Laporan Suhari Dapat Kepastian Hukum Terkait Tersangka Budi

Posted by : limitnew 17 Januari 2024 Tags : Polda Metro Jaya
Gedung Prometer Polda Metro Jaya. Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Keterangan ahli forensik digital Labfor Mabes Polri perkara tersangka Budi sudah diterima Unit II Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya. Adapun keterangan ahli itu terkait video yang dijadikan bukti dalam laporan Suhari terhadap tersangka Budi, yang terlampir dalam Laporan Polisi Nomor: LP/5247/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 29 September 2018.

Menurut Kuasa Pelapor Thomson Gultom, keterangan ahli yang sudah diteima penyidik itu atas penyampaian penyidik kepadanya.

“Saya barusan diberitahukan penyidik Unit II, Pak Markus. Beliau mengatakan telah menerima keterangan ahli Forensic Digital Labfor Mabes Polri. Dan saat ini mereka masih melengkapi keterangan ahli pidana sesuai surat P19 (Petunjuk) Jaksa Peneliti dari Kejaksaan Tinggi DKI,” ujar Thomson Gultom selaku Kuasa Pelapor Suhari, di Jakarta, Rabu (17/1/2024).

BERITA TERKAIT: MSPI Minta Unit II Subdit Umum Polda Metro Jaya Transparan Proses Hukum Tersangka Budi

Thomson berharap laporan Suhari ini segera mendapatkan kepastian hukum.

“Penanganan Laporan Polisi Nomor: LP/5247/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 29 September 2018, dengan tersangka Budi yang dijerat dengan Pasal 310, Jo. Pasal 311 KUHP, atas perbuatan fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan dengan tersangka Budi,” ujarnya.

Menurut Thomson, adapun pelaporan itu berawal ketika tersangka Budi melaporkan saksi Suhari dengan Pasal 351 KUHP dan Suhari dijadikan tersangka oleh unit III Resmob Polda Metro Jaya.

Diduga Unit III Resmob Polda Metro Jaya telah dengan tidak cermat menjadikan Suhari sebagai tersangka. Sebab dengan sewenang-wenang malakukan penyitaan terhadap recorder CCTV dari kantor Suhari tanpa adanya surat perintah penyitaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Tidak berhenti disitu, tiga hari kemudian, tersanga Budi juga melaporkan Suhari Pasal 27 UUIT tentang Pornografi. Lalu Unit III Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya menetapkan Suhari sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Penetapan tersangka terhadap Suhari dengan Pasal 27a UUIT yang diikuti penahanan dan penyitaan terhadap HP nya oleh Unit III Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya juga diduga kurang cermat. Faktanya, sampai saat ini tersangka Suhari masih berstatus tersangka.

Mirisnya, Suhari sempat ditahan selama enam hari pada tahun 2018 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Metro Jaya. Lalu kemudian dilepaskan atas tekanan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada saat itu tersangka Suhari dalam perlindungan LPSK Republik Indonesia dalam kasus pembunuhan berencana Herdi Sibolga alias Acuan. Herdi Sibolga merupakan mitra bisnis Suhari. Jadi Suhari dan keluarga Herdi Sibolga, kakak, adik dan ibunya serta anak-anak nya masuk dalam perlindungan LPSK.

Setelah Suhari keluar dari penjara, ia mengaku baru menyadari bahwa dirinya telah dikriminalisasi. Bahkan mungkin masuk target dalam operasi pembunuhan tersebut.

“Iya, setelah saya jadi tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya, baru menyadari bahwa Budi berusaha menjegal saya untuk mengungkap kasus pembunuhan Herdi Sibolga yang sedang dilacak Polda Metro Jaya,” tutur Suhari.

Suhari pun menantang penyidik untuk menindaklanjuti tiga laporan itu. Baik dirinya sebagai tersangka, mupun Budi sebagai tersangka.

“Biar pengadilan yang mengungkapkan apa motif Budi melaporkan saya,” tantang Suhari.

BACA JUGA: Serobot Lahan Tanah, Perusahaan Pengembang Perumahan Dilaporkan ke Polda Jabar

Suhari mengaku sudah sangat dirugiakan secara moril dan terlebih materil akibat perbuatan Budi.

“Kerugian saya cukup besar. Secara moril, iya enam hari saya ditahan di penjara Polda Metro Jaya. Secara materil, enam hari saya tidak bekerja dan tidak menghasilkan uang. Saya dipenjara karena dikriminalisasi,” pungkasnya.

 

Penulis: Herlyna

RELATED POSTS
FOLLOW US