MSPI Pertanyakan Aliran Dana Triliunan Rupiah dari Pengusaha di Pelabuhan Muara Baru




Lokasi yang di injak para pengusaha ini salah satu yang harus dibongkar dan ditinggikan agar air mengalir di Jalan Tuna III menuju Parkiran MBC, Rabu (27/4/2022). Limitnews.net/Herlyna

04/28/2022 10:39:22

JAKARTA - Pengusaha di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta atau Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta Utara resah, padahal sudah mengeluarkan uang triliunan rupiah kepada PT. Perikanan Indonesia (Perindo) dahulu Perusahaan Umum (Perum) kini menjadi PT Perindo (Persero) karena pelayanan terhadap pengguna jasa kepelabuhanan masih sangat buruk.

Bahkan teriakan para pengusaha dan pengguna jasa kepelabuhanan itu sudah sampai kepada anggota dewan di Senayan, namun Direktur Utama (Dirut) PT Perindo (Persero) Sigit Muhartono masih tutup mata.

Kerelaan para pengusaha membangun jalan yang dihimpun Ketua Himpunan Nelayan Purse Seine Nusantara (HNPSN) James Then bertujuan untuk menghindari lumpuhnya aktivitas di pelabuhan Muara Baru diduga dimanfaatkan Dirut PT Perindo (Persero) Sigit Muhartono, sehingga uang yang diterima dari para pengusaha itu tidak dikeluarkan.

BERITA TERKAIT: Pelayanan PT Perindo Amburadul, MSPI: Komisi VI DPR-RI Harus Tinjau Pelabuhan Perikanan Muara Baru

Hal itu dikatakan Direktur Hubungan Antar Kelembagaan Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Thomson Gultom kepada awak media usai berdiskusi dengan sejumlah Pengusaha di PPS Nizam Zachman Jakarta, di Muara Baru Center (MBC) membahas tentang solusi mengatasi banjir yang terjadi di PPS Nizam Zachman Jakarta akibat tidak berfungsinya sistem drainase, di Toko Suhari Ao, Rabu (27/4/2022).

PT Hasil Melimpah yang dituding tidak mengindahkan instruksi anggota dewan dalam perbaikan drainase membantah.

"Kita sudah menjalankan instruksi pak Sudin (Ketua Komisi IV DPR-RI-red) terkait pembangunan drainase. Kami sudah perbaiki, tetapi jika kami membuat saluran di parkiran MBC maka ditakutkan justru halaman MBC yang akan banjir karena permukaan saluran di depan PT Hasil Melimpah lebih tinggi 40 cm dari halaman MBC," ucap Acai selaku Pemilik PT Hasil Melimpah.

Apa yang disampaikan Acai itu diamini Ketua HNPSN James Then. "Mohon diklarifikasi pemberitaan terkait Limbah di PT Hasil Melimpah. Tidak ada limbah disana. Sudah dibuat penampungan limbah dan tidak ada yang masuk saluran air. Saya tidak membela siapa siapa. Tapi saya bicara fakta. Bos Hasil Melimpah sudah membangun drainase. Untuk itu kami datang kesini bagaimana solusinya mengatasi banjir ini. Mungkin bos AO bisa kasih solusi," ujar James Then kepada Bos Ao, yang dibalas: "Jangan tanya saya! Kalian pengusaha bilang Perindo lah, klo mereka tidak punya plening mengatasi atau mencari solusi pekerjaan nya, iya, jangan menjadi pejabat," ucap Bos AO.

BACA JUGA: Pedagang Pelabuhan Penyeberangan Muara Angke Mengeluh

Sementara Direktur MSPI Thomson Gultom berpendapat bahwa solusi ada pada penguasa Pelabuhan yakni PT Perindo (Persero) dan UPT PPS Nizam Zachman Jakarta.

"Seharusnya penguasa Pelabuhan sudah memiliki plening mengatasi banjir. Yang penting buat saluran yang terintegrasi sehingga air akan otomatis mengaliran ketempat yang terendah. Yang terpenting dikerjakan secara bersamaan tidak lokal. Jangan hanya undang pengusaha rapat tapi hasil rapat tidak ditindak lanjuti, buat apa?," tegas Thomson.

Usai diskusi di Toko Bos Ao, Tim bersama wartawan langsung ke lokasi di depan PT Hasil Melimpah. Acai menunjukkan lokasi drainase yang sudah diperbaiki di lingkungan Perusahaannya dan juga menunjukkan saluran yang mampat di luarnya.

Kesimpulannya adalah bahwa  jalan penghubung dari jalan Tuna III ke halaman MBC yakni jalan  diantara PT Hasil Melimpah dan CV Indo Pacific harus dibobok. Karena jalan penghubung itu sudah tertutup karena lumpur dan sampah yang perlu ditinggikan agar aliran air lancar.

Penulis: Herlyna

Category: Jakarta
limitnews
No Response

Comments are closed.