Pelabuhan Muara Baru Banjir Jadi Sorotan Publik, PT. Perindo Terkesan Tidak Bertanggungjawab




Atas: Saluran tersumbat akibat kran air dan jalan penghubung. Bawah: Sedang pembersihan saluran dan peninggian jalan, Sabtu (21/5/2022). Limitnews/Herlyna

05/23/2022 11:14:41

JAKARTA - Banjir melanda Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta atau Pelabuhan Perikanan Muara Baru pada Kamis, 19 Mei2022 menjadi sorotan publik.

Ironisnya, sorotan publik itu tidak membuat adanya perubahan di PPS Nizam Zachman Jakarta atau Pelabuhan Perikanan Internasional Muara Baru. PT. Perindo (Persero) selaku yang penerima sewa per meter perbidang tanah yang disewa pengusaha itu seolah-olah tidak mempunyai kewajiban kepada para penyewa. PT. Perindo terkesan tidak bertanggungjawab.

"Kita sebagai yang berada diluar para pihak (PT. Perindo (Persero) dan Pengusaha Penyewa) tidak mengerti apa klausul dalam perjanjian sewa menyewa itu. Apa yang menjadi kewajibannya yang menyewakan dan apapula kewajiban penyewa," kata Thomson penuh tanya melihat tidak adanya upaya dari PT Perindo (Persero) dalam memperbaiki kondisi Pelabuhan.

PT Perindo (Persero) sampai saat ini masih tertutup terkait pengelolaan pelabuhan. Menurut Direktur MSPI ketertutupan PT. Perindo (Persero) sudah terlihat dimana Surat konfirmasi MSPI belum pernah dijawab Dirut PT Perindo (Persero).

"Sudah 4 kali kita kirim surat ke PT. Perindo (Persero) belum satupun yang dijawab. Ini membuktikan dimasa jabatan Sigit Muhartono sebagai Dirut  PT. Perindo (Persero), cukup tertutup," ungkap Thomson.

BERITA TERKAIT: Abaikan Instruksi DPR-RI, Pengelola Pelabuhan Muara Baru Disebut ‘Buta dan Tuli’ 

BERITA TERKAIT: Jalan Tuna II Tidak Berfungsi, Siapa Pengelola Pelabuhan Muara Baru?

Direktur Hubungan Antar Kelembagaan Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Thomson Gultom menuding PT. Perindo (Persero) memeras para pengusaha penyewa lahan.

"Kita melakukan investigasi mencari penyebab terjadinya banjir di PPS Nizam Zachman Jakarta. Dari hasil investigasi itu kita menemukan fakta, bahwa terjadinya banjir akibat tertutupnya saluran (drainase). Saluran beralih fungsi menjadi hidran air,  tempat berjualan atau warung dan saluran ditutup oleh jalan, seperti yang terjadi di Jalan Hiu dari arah PT. Bahtera Indah Nusantara menuju barat.”

"Pak Hokku dari PT. Bahtera Indah Nusantara yang sedang melakukan peninggian jalan di depan kantornya telah menunjukkan kepada saya dimana titik titik terjadinya penyumbatan saluran. Kita sudah investigasi dimana persoalan nya dan seperti apa dan apa yang menjadi solusinya," ujar Thomson kepada media, Senin (23/5/2022).

Bahkan, menurutnya pengusaha telah membantu untuk memperbaiki saluran, tetapi PT. Perindo (Persero) memerintahkan perusahaan penyewa membuka saluran yang tersumbat meskipun itu sudah bukan di depan kantornya. 

"Percuma kita bekerja memperbaiki saluran yang di depan kita sementara saluran air nya tidak ada. Itu namanya sama saja bohong kalau tidak ada saluran untuk aliran air," ujar Hokku saat menjelaskan upaya yang sudah dilakukan perusahaan nya guna menanggulangi banjir tersebut.

BACA JUGA: Kejagung Periksa Bos Alfamart Terkait Kasus Mafia Minyak Goreng

BACA JUGA: CBA Soroti Kegiatan DPRD dan OPD Pemkot Bekasi di Lido Resort Bogor

Hokku mengatakan bersedia memperbaiki saluran pada 4 titik yang menyumbat saluran asalkan ada surat perintah secara tertulis dari PT. Perindo.

"Saya tidak mau menambah masalah. Kalau saya bongkar, saya dituntut orang itu siapa yang tanggungjawab? Tapi kalau ada Surat perintah atau dikuasakan, saya mau," tegas Pemilik PT Bahtera Indah Nusantara itu.

Hokku juga prihatin terhadap kondisi Muara Baru Center (MBC). "Coba lihat itu MBC, sudah 10 tahun itu banjir terus. Harus nya bisa ditinggikan. Kalau tempat usaha kita jorok itu namanya Hokky hilang. Itu kalau orang Tionghoa harus bersih. Saya juga tidak mau, harus bersih," ujar Hokku.

 

Penulis: Herlyna

Category: Jakarta
limitnews
No Response

Comments are closed.