Pelabuhan Muara Baru Masih Tetap Semrawut

723




Kondisi jalan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta, Muara Baru, Jakarta Utara berlubang. Limitnews.net/Herlyna

02/23/2022 19:51:44

JAKARTA – Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta, Muara Baru, Jakarta Utara sampai saat ini masih tetap semrawut diduga karena pengelola pelabuhan tidak memiliki planning pengelola untuk penataan kepelabuhanan.

Padahal kawasan PPS Nizam Zachman Jakarta (NZJ), Muara Baru hanya seluas 110 hektar yang dibagai dua dengan luas kolam 40 Ha dan luas daratan 76 Ha. Jika dikaji dari sudut pandang penataan mungkin masih mudah dirawat dan dapat ditata dengan baik, karena tidak terlalu luas dan tidak rumit pula. Karena penghuninya tidak ada orang liar, melainkan manusia produktif dan memberikan kontribusi.

Sesuai hasil investigasi radaronline.id dan limitnews.net di lapangan, Selasa (22/2/2022), kondisi nyata di dalam kawasan pelabuhan jauh dari bayangan megahnya nama pada gerbang masuk pelabuhan, “PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA”, ternyata di lingkungan dalamnya amburadul.

Setelah melewati gerbang, pengendara harus sudah menghindari lubang-lubang. Dan jalan ini sangat dalam jika musin hujan atau air pasang alias ROB. Lokasi ini menjadi langganan motor mogok karena terendam air.

Sedikit lagi masuk ke dalam sebelah kiri akan terlihat hamparan yang seolah lahan terlantar dan jalanan yang ada tidak tertata dengan genangan air.

BACA JUGA: Pelaku Usaha Keluhkan Kondisi Pelabuhan Muara Baru

BACA JUGA: Aktivitas MBC Pelabuhan Perikanan Samudera Jakarta Lumpuh

BACA JUGA: Suhari Aoh: Dulu Pelabuhan Perikanan dan MBC Dikelola Koperasi Bersih dan Asri

Ada sejumlah pembangunan gedung atau pabrik dan pembangunan jalan yang tidak memiliki plang Papan Nama Proyek, sehingga tidak diketahui apakah proyek itu memiliki IMB (Ijin Mendirikan bangunan), dan peruntukannya untuk apa? Semua serba tertutup.

Seharusnya di era keterbukaan informasi publik, pengelola pelabuhan harus membuat semuanya transparan sehingga masyarakat tidak menaruh curiga dengan adanya kegiatan didalamnya.

Ada sejumlah akses jalan tidak dapat dilalui karena jalannya seperti kubangan dan juga banjir abadi. Ada pekerjaan pembangunan jalan tapi tidak jelas anggarannya dari mana, karena di proyek itu tidak ada Papan Nama Proyek.

Berganti-ganti pejabat pengelola pelabuhan namun kondisi pelabuhan perikanan samudera bukannya semakin bagus, malah terus semakin kumuh.

Menurut informasi dilapangan, keadaan pelabuhan makin terpuruk semenjak dikelola Perindo dan dengan adanya bangunan cold storage (ruang pendingin) yang diduga keberadaannya lebih banyak tidak memiliki izin AMDAL.

Sarana prasarana, fasilitas umum kian tidak terurus. Seperti kawasan Muara Baru Senter (MBC) yang setiap hari banjir lumpur hitam pekat dan bau. Menurut sejumlah pemilik toko, lumpur hitam pekat itu adalah limbah beracun dari pabrik.

Ada pula disana (blok B) lantai II menjadi terisolasi dan tak terurus menambah suasana pemandangan kian tidak sedap. Toilet juga mampat.

Meskipun adanya pergantian-pergantian pejabat, kawasan pelabuhan tetap semakin kumuh. Kepala Cabang Pelabuhan Perikanan Bagus Oktori Sutrino yang menggantikan Irawan tidak juga membuat kondisi pelabuhan lebih baik.

Demikian juga Dirut Perum Perindo (Persero) yang baru Sigit Muhartono tidak juga mebuat perubahan. Sementara  Perum Perindo Cabang Jakarta Suyono juga tidak berdaya.

Padahal, stakeholder kepelabuhanan tiap hari berteriak, namun teriakan itu tidak sampai juga. Memang pada awal-awal menjabat, para pejabat baru itu mengundang stakeholder mencari solusi terhadap permasalahan yang ada, namun hasil yang dirapatkan tidak terealisasi. “Dibungkus kali pak didalam laci,” ujar  Suhari.

Terkait pemberitaan ini, pejabat di PPSZNJ belum terkorfirmasi.

 

Penulis: Herlyna

Category: JakartaTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.