Pelaku Bebas Berkeliaran, Korban Penganiayaan Kecewa Polsek Penjaringan

Terlapor pelaku penganiyaan (Ana) saat sedang memegang golok. Limitnews.net/Tomson

JAKARTA – Korban penganiayaan Murniati mengaku kecewa dengan Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Pasalnya, sudah 10 hari laporan penganiayaan dilaporkan ke Polsek Penjaringan, pelaku penganiayaan bebas berkeliaran, bahkan mengancam pelapor akan dibunuh.

Pelaku penganiayaan yang menggunakan golok itu diduga ‘main mata’ dengan penyidik karena saling kenal. Pasalnya, penyidik Polsek Penjaringan belum melakukan penangkapan terhadap terlapor (Ana) padahal barang bukti golok yang digunakan untuk menganiaaya korban sudah diambil polisi.

Menurut Murniati sendiri bahwa dia dan terlapor telah dipertemukan polisi penjaringan.

“Ya, pada hari Minggu (20/6/2021) dua polisi berbaju preman, saya tidak tahu namanya telah memanggil saya dan dipertemukan dengan pelaku. Semua yang saya laporkan itu diakui terlapor dihadapan polisi itu. Dan polisi itu sudah membawa golok terlapor yang dilakukan menganiaya saya,” ujar Murni, Rabu (23/6/2021).

Lebih jauh Murniati mengatakan bahwa terlapor itu mengatakan akan mebunuh dirinya jika tidak pindah rumah.

“Coba bayangkan, si terlapor itu mengatakan akan membunuh saya kalau saya tidak pindah rumah. Itu dikatakan kepada tetangga kami. Makanya saya buru-buru pindah dari situ. Tetapi polisi itu serpertinya tidak serius menangani perkaranya,” ujar Murnia.

Murni menambahkan bahwa antara Polisi dan terlapor saling mengenal. “Bahkan polisi itu mengatakan: Tugas saya sebagai polisi hanya bisa mendamaikan saja. Bagaimana mendamaikan tanpa adanya proses hokum? Saya sudah terancam dibunuh. Inikan percobaan pembunuhan dengan menggunakan golok,” ujar Murniati, dengan perasaan kecewa.

Murniati melaporkan Ana (pelaku penganiayaan) ke Polsek Penjaringan dengan Laporan Polisi No: LP/513/B/VI/2021SEK.PENJ, Senin tanggal 14 Juni 2021, dengan  sangkaan Pasal 351 KUHP, karena telah menganiayanya dengan golok.

Kronologi kejadian sesuai dengan laporan polisi: Benar, awalnya korban sedang masak didalam kontrakan, Pelaku datang ke depan kamar korban sembari berteriak-teriak. Kemudian korban keluar dan menanyakan maksud Pelaku.  Korban dan Pelaku pun cekcok mulut. Pelaku kemudian pergi dan kembali sembari membawa sebilah golok.  Pelaku dan Korban kemudian cekcok kembali dan Pelaku memukul Korban di bagian punggung bawah sebelah kiri menggunakan golok. Dan kemudian Pelaku menggunakan ujung goloknya melukai lengan sebelah kiri Korban.

Atas kejadian ini Korban mengalami luka memar di bagian punggung bawah sebelah kiri dan memar di lengan bagian kiri dan pergelangan tangan kiri. Selanjutnya dilaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Penjaringan Jakut guna pengusutan lebih lanjut.

Ketika tindak lanjut laporan itu dikonfirmasi kepada penyidik (Kumbino) melalui WA, dia tidak menjawab. Bahkan WA di HPnya tidak aktif.  Sampai berita ini ditanyangkan belum terjawab.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.