Sabtu, 19 Oktober 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Perdata Dipidana, dr Benny Hermanto Minta Perlindungan Kapolri
Posted By: limitnews, 4:00 AM, 24 September 2019

Perdata Dipidana, dr Benny Hermanto Minta Perlindungan Kapolri

Share

limitnews.net

dr Benny Hermanto bersama kuasa hukumnya. Istimewa/limitnews.net

JAKARTA I LIMITNEWS.NET – Hubungan keperdataan dipidanakan, dr Benny Hermanto minta perlindungan hukum Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) melalui surat nomor 125/MPK/S/IX/2019, tanggal 16 September 2019.

Hal itu disampaikan kuasa hukum dr. Benny Hermanto, Muara Karta, SH, MH & Partners kepada wartawan, di Jakarta Senin (23/9/2019).

Muara Karta mengatakan bahwa penyidik Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan  tidak profesional dalam melakukan tugasnya saat menerima laporan. Karena hubungan keperdataan dijadikan pidana.

“Klien kami dijadikan tersangka atas terbitnya Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP/Sidik/718/HI/Rcs 1.11/2019/Reskrim tanggal 15 Maret 2019, tanpa terlebih dahulu didasarkan pada hasil penyelidikan. Jadi klien kami dijadikan tersangka hanya didasarkan atas adanya Laporan Polisi Nomor: LP/449/K/II/2019/SPKT Restabes Medan, tanggal 26 Februari 2019 atas nama Pelapor Tjang Sun Sin. Maka terlihat jelas Penyidik telah tidak Profesional dan tidak menjalankan prosedur Pro Yustisia secara baik dan benar serta telah melanggar ketentuan dalam Pasal 102 ayat (1) KUHAP Jo. Pasal 1 Angka 5 KUHAP,” ucap Muara Karta.

Menurutnya, tindakan penyidik ini mengakibatkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP/Sidik/718/IH/Res 1.11/2019/Reskrim tanggal 15 Maret 2019 adalah tidak Sah, tegasnya.

“Seharusnya dasar diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP/Sidik/7l8/IH/Res 1.11/2019/Reskrim tanggal 15 Maret 2019 adalah atas adanya hasil
Penyelidikan terhadap Laporan Polisi Nomor: LP/449/K/H/2019/SPKT Restabes Medan, tanggal 26 Februari 2019 atas nama Pelapor Tjang Sun Sin. Jadi untuk dilakukannya suatu penyidikan bukan berdasarkan laporan polisi, melainkan hasil penyelidikan,” ungkap Muara Karta.

Menurut Muara Karta, tersangka dr. Benny Hermanto (Direktur Pt. Sari opal Nutrition) melakukan hubungan keperdataan dengan pelapor Suryo Pranoto (Direktur PT Opal Coffee Indonesia) dalam usaha perdagangan kopi.

Keduanya melakukan hubungan keperdataan Jual beli kopi dengan nilai platform kredit Rp.1 miliar dan sudah berlangsung bertahun-tahun sampai tahun 2018. Namun hubungan dagang itu di hentikan secara sepihak oleh pelapor Suryo Pranoto, sehingga ada tertinggal pembayar bulan April, Mei, Juni, Juli  2018 (4 bulan), namun itu belum mencapai nilai platform kredit Rp.1 miliar.

Dengan ketentuan adanya Platform Kredit yang diberikan oleh PT. Opal Coffee Indonesia kepada PT. Sari Opal Nutrition sehingga dengan dasar itu PT. Sari Opal Nutrition dapat melakukan permintaan kopi secara berulang-ulang.

Diberhentikannya pengiriman Kopi oleh pelapor Suryo Pranoto (PT.   Opal Coffee Indonesia) kepada tersangka dr Benny Hermanto (PT. Dari Opal Nutrition) berawal dari adanya Tuntutan hak dari dr Benny Hermanto kepada Suryo Pranoto terkait PT. Global Argo Perkasa dan PT. Wahana Grahamakmur.

Benny Hermanto menjabat sebagai salahsatu Direktur di PT. Global Argo Perkasa dan pemegang sahamnya atau pemiliknya adalah Suryo Pranoto. Dalam hubungan kerja itu dr. Benny Hermanto selaku Direktur di PT. Global Argo Perkasa dijanjikan oleh Suryo Pranoto mendapatkan Profit Sharing sebesar 5 persen dari keuntungan bersih. Dan pemberian Profit Sharing itu diserahkan setiap akhir tahun setelah RUPS-LB. Dan komitmen pembayaran Profit Sharing itu tertuang dalam Legalisasi Notaris Minarty Theh No.136/MT.Mb/L/I/2006, tanggal 14 Januari 2006. Dengan kesepakatan para pemegang saham PT. Global Argo Perkasa Profit Sharing 5 persen itu dinaikkan menjadi 10 persen sejak 8 Oktober 2009 dengan Legalisasi Notaris Minarty Theh, SH No.24/MT.Mb/L/X/2009.

Demikian juga pada PT. Wahana Grahamakmur dr. Benny  Hermanto selaku Direktur mendapatkan Profit Sharing 2,5 persen dari keuntungan bersih dan akan diberikan pada akhir tahun setelah RUPS-LB. Hal itu disepakati pada Akte Berita Acara Rapat PT. Wahana Grahamakmur No.3 tanggal 7 Nopember 2006 dihadapan Notaris Sartono Simbolon, SH.

Namun Profit Sharing itu belum pernah diterima oleh Benny Hermanto sejak menjabat selaku direktur di dua perusahaan itu. Namum tiba-tiba dengan pernyataan sepihak tanpa konfirmasi Suryo Pranoto memberhentikan tersangka dr. Benny Hermanto selaku Direktur dari dua perusahaan itu.

Atas dasar itulah dr. Benny Hermanto menuntut haknya dan melalui kuasa hukumnya melayangkan somasi dengan harapan supaya Perjanjian Profit Sharing itu direalisasikan oleh Suryo Pranoto selaku pemilik PT. Global Argo Perkasa dan PT. Wahana Grahamakmur.

Walaupun somasi sudah dilayangkan namun realisasi pembayaran Profit Sharing belum juga terlaksana.

“Bahwa pada hari Selasa tanggal 30 Juli 2019, Kepolisian Resort Kota Besar Medan melakukan Gelar Perkara yang turut dihadiri oleh Klien kami (Terlapor) dan Pelapor Tang Sun Sin, SH., MH. Dan pada saat Gelar Perkara itu, IPTU Ridwan, SH menyatakan bahwa Klien kami selaku Direktur PT. Sari Opal Nutrition telah membeli kopi dari PT. Opal Coffee Indonesia secara berulang-ulang dan Klien kami berjanji akan membayarkannya secara sekaligus. Kami dan klien kami membantah penjelasan IPTU Ridwan, SH tersebut dengan alasan bahwa antara PT. Sari Opal Nutrition dengan PT. Opal Coffee Indonesia terdapat hubungan keperdataan berupa peijanjian jual beli kopi dengan ketentuan adanya Platfonn Kredit yang diberikan oleh PT. Opal Coffee Indonesia kepada PT. Sari Opal Nutrition sehingga dengan dasar itu PT. Sari Opal Nutrition dapat melakukan permintaan kopi secara berulang-ulang sejak periode tanggal 19 April 2018 sampai tanggal 06 Juli 2018 sepanjang permintaan kopi tidak melewati batas Nilai Platform Kredit yang diberikan oleh PT. Opal Coffee lndonesia.”

“Dan sebagai buktinya kami menyerahkan 2 Surat kepada IPTU Ridwan, SH., yang isinya PT. Opal Coffee Indonesia menurunkan Nilai Platform Kredit dari sebesar Rp1 milyar, menjadi Rp500 juta dan terakhir menjadi Rp400 juta yaitu: Surat Perihal Platform dengan No. Surat : llS/OCl/MDN/ER/XII/ 16 tertanggal 26 Desember 2016, yang ditandatangani oleh ERLYN sebagai Operational Manager, diketahui oleh Michael Wongso sebagai General Manager, dan disetujui oleh MARIA GORETHY sebagai Pimpinan. Begitu juga Surat Pemberitahuan Kredit Limit dengan No. Surat : 001/SPKL/OCl/XII/2017 tertanggal 8 Desember 2017, yang ditandatangani oleh EDY sebagai GM Sales & Marketing,” ungkap Muara Karta.

Muara Karta menjelaskan bahwa Kliennya juga menyampaikan didalam Gelar Perkara bahwa PT. Sari Opal Nutrition belum membayar uang atas pembelian kopi sejak periode tanggal 19 April 2018 sampai tanggal 06 Juli 2018 kepada PT. Opal Coffee Indonesia dikarenakan terganggunya kondisi keuangan PT. Sari Opal Nutrition. Selain itu juga, Kliennya sedang berupaya menyelesaikan permasalahannya dengan Suryo Pranoto yang merupakan Direktur PT. Opal Coffee Indonesia terkait adanya kewajiban yang belum dibayarkan Suryo Pranoto selaku Pemegang Saham PT. Global Agro Perkasa kepada Kliennya selaku Direktur PT. Global Agro Perkasa berupa Net Profit Sharing sebesar 5 persen dari keuntungan bersih PT. Global Agro Perkasa dan 2,5 persen dari PT. Wahana Grahamakmur.

“Meskipun kami telah menyampaikan bahwa permasalahan LP. Polisi Nomor: LP/449/K/II/2019/SPKT Restabes Medan, tanggal 26 Februari 2019 atas nama Pelapor Tjang Sun Sin, SH., MH. adalah menyangkut habungan Keperdataan berupa perjanjian jual beli kopi sehingga sudah seharusnya diselesaican menurut hukumbKitab Undumg-Undang Hukum Perdata bukan diselesaikan menurut Kitab UndangoUndang Hukum Pidana, akan tetapi Kepolisian Resort Kota Besar Medan tidak mempertimbangkan bukti Surat yang telah kami serahkan kepada Penyidik pada saat Gelar Perkara dan selanjutnya menetapkan Klien kami sebagai Tersangka.”

“Maka terlihat jelas Penyidik telah melanggar prinsip Fair Trial (perlakuan yang sama dimata hukum) sehingga menimbulkan kesan bagi Klien kami bahwa Penyidik tidak netral dan memihak kepada Pelapor dikarenakan Penyidik hanya mempertimbangkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang hanya diajukan oleh Pelapor,” lanjut dia. (Rung)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz