Polda Metro Jaya Lambat Proses Terlapor Anak Durhaka

621




Advokat Jarpen Gultom, SH. Limitnews/Herlyna

08/27/2022 08:08:09

JAKARTA - Penyidik Subdit Indag Ditkrimsus Polda Metro Jaya diduga telah memberikan dukungan terhadap seorang anak menjadi durhaka dan jahat terhadap orang tuanya sendiri.

Pasalnya, Laporan Polisi Nomor: LP/6532/20/YAN 2.5/2020/ SPKT PMJ, Tanggal: 04 November 2020, atas nama terlapor, 1. Indriadi Niko, 2. Cindi Lamria, 3. Danil P Marpaung yang dilaporkan Tumpak Siringo-ringo sampai saat ini belum jelas duduk perkaranya.

Padahal dalam laporan tersebut sudah sangat jelas dan terang benderang adanya perbuatan pidana yakni Terlapor Indriadi Niko, Cindi Lamria, dan Danil P Marpaung telah menggelapkan uang tabungan dan rumah Tumpak Siringo-ringo (Tumpak Siringo-ringo ayah Indrianto Nico).

BACA JUGA: Hakim Suratno Sidangkan Kasus Narkoba dengan Hakim Tunggal

Sedangkan mensreanya sangat terang benderang dimana Indriadi Niko Siringo-ringo telah membuat pernyatakan secara tertulis bahwa Tumpak Siringo-ringo telah meninggal dunia, padahal Tumpak Siringo-ringo masih hidup sampai sekarang.

Dengan sudah terang-benderangnya dugaan perbuatan Indriadi Niko Cs itu, maka dalam laporan dia disangkakanlah pasal berlapis, Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 385 dan Pasal 263 KUHP dan Jo Pasal 3,4 UU NO. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Menurut advokat Jarpen Gultom, SH dan Priber Sitinjak, SH dari kantor Law Office Jar & Partners sesuai dengan bukti-bukti yang sudah diserahkan kepada penyidik seharusnya perjalanan proses penyidikan dapat dengan cepat.

"Petunjuk dan alat bukti sudah sangat kuat. Saya kira sudah sangat valid. Saya heran, mengapa sampai terhambat? Ada apa? Padahal sebelum adanya pergantian Kanit terlihat proses berlangsung cepat, dengan dikirimkan nya SPDP ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, tanggal 15 November 2021," ungkap Advokat Jarpen Gultom, SH, Sabtu (27/8/2022).

Jarpen Gultom menambahkan bahwa laporan dibuat tanggal 4 November 2020, lalu SPDP dikirimkan ke Kejati DKI 15 November 2021.

"Mudah-mudahan saja bulan November 2022 ini ada penetapan tersangka dan terlapor ditahan," ujar Jarpen berharap.

Jarpen mengatakan dan menduga bahwa pernyataan Tumpak Siringo-ringo telah meninggal dunia tidak lain adalah upaya untuk dapat menguasai tabungan dan sertifikat rumah Tumpak Siringo-ringo. Dengan pernyataan orangtuanya telah meninggal dunia maka peralihan harta warisan dapat dilakukan.

BACA JUGA: Ferdy Sambo Dipecat dari Polri dengan Tidak Hormat

Jarpen Gultom lebih jauh melihat bahwa kejadian yang dilakukan Nico Siringo-ringo ini sesuatu yang sangat langka dalam kultur kehidupan orang Batak.

"Pada umumnya orang Batak itu sangat hormat kepada orang tua.  Itu dibuktikan jika ada acara pemakaman orang tua yang meninggal dunia dibuat sehormat mungkin dengan biaya tinggi, bahkan jika kondisi ekonomi tidak memungkinkan saat itu maka akan dilakukan peminjaman guna membuat acara adat pemakaman itu sempurna. Saya heran dengan perbuatan saudara Nico Siringo-ringo terhadap Tumpak Siringo-ringo (ayahnya kandung) dinyatakan telah meninggal dunia. Inikan sudah jelas motif nya untuk menguasai tabungan dan sertifikat rumah orang tua nya," ungkap Jarpen Gultom yang mengaku bahwa Tumpak Siringo-ringo masih amangborunya.  

Penulis: Herlyna

Category: JakartaTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.