Praktik Dugaan Pungli di Bimas Kristen Kemenag Asahan Dikeluhkan




Surat undangan rapat Persiapan Natal Bersama ditujukan kepada guru agama Kristen se-Kabupaten Asahan dan Penyuluh agama Kristen se-Kabupaten Asahan. Limitnews.net/Istimewa

02/21/2022 12:06:18

JAKARTA – Praktik pungutan liar (pungli) diduga terjadi di Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Informasi diterima limitnews.net menyebutkan dugaan praktik pungli tersebut sudah lama dikeluhkan para guru di Kabupaten Asahan.

Puncaknya, saat guru agama Kristen dan penyuluh se-Kabupaten Asahan menerima undangan rapat Persiapan Natal Bersama tahun 2022 di Kabupaten Asahan. Rapat dilaksanakan di Gereja HKBP Kisaran Kota pada Selasa, 15 Februari 2022.

Saat rapat ditetapkan kutipan atau pungutan Uang Natal yang dipatok yakni Rp 1 juta bagi pegawai Kantor Kemenag Asahan, Rp 800 ribu bagi guru sertifikasi dan Rp 250 ribu bagi Non PNS. Sementara guru agama se-Kabupaten Asahan baik Pemkab, Provinsi dan Pusat jumlahnya seratusan guru.

“Sebenarnya guru-guru di Asahan ini sudah tidak tahan lagi, tapi mereka tidak berani melawan, takut dimutasi,” kata salah satu sumber limitnews.net, Kamis (17/2/2022) melalui sambungan telepon sembari minta tolong agar identitas dirinya tidak dipublikasikan.

BACA JUGA: Pegawai Kemenag Inisial MS Diduga Lakukan Pungutan dari Bawahan

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Pariwisata Huta Siallagan Samosir Sangat Berkelas

Sementara itu, Penyelenggara Bimas Kristen Kemenag Asahan inisial MS saat dikonfirmasi limitnews.net, Jumat (18/2/2022) membenarkan kutipan uang Natal tersebut meski masih sebatas rencana dan bahasa.

“Untuk tuan rumah adalah Asahan Natal Propinsi Kementrian Agama. Yang satu juta itu adalah Bimas, Penyuluh dan Pengawas yang di kantor rencana kami membayar dan guru-guru yang sertifikasi direncanakan 800 ribu, yang non PNS 250 ribu. Itukan masih rencana, belum keputusan. Itu masih rencana bahkan kalau bisa pun tidak pakai dana kalau ada yang menyumbang. Tetapi mulai kami mengikuti Natal semenjak saya guru sampai saat kini tetapi siapa tuan rumah wajib diberikan  partisipasinya. Jangankan Natal Provinsi Natal parsahutaon hita tong dong leanon totokripe ta,” kata MS melalui WhatsApp (WA) menjawab konfirmasi limitnews.net.

Seperti diketahui, pungli adalah tindakan yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau penyelenggara negara untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaaannya dengan memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menyalahgunakan wewenang (Pasal 23).

Kepala Bidang (Kabid) Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Arnot Napitupulu saat dimintai tanggapannya terkait dugaan pungli di atas baik melalui panggilan maupun pesan WA, Arnot membungkam.

 

Penulis: Tomson/Olo

Category: Jakarta, NASIONALTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.