PSDKP dan Syahbandar Akui Kurang Informasi Terkait KM OCEAN 17 Tenggelam




Kepala Syahbandar PPS Nizam Zachman Jakarta Arif Rachmat dan Tri, Senin (22/8/2022). Limitnews/Herlyna

08/23/2022 09:31:46

JAKARTA – Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jakarta, dan Kesyahbandaran Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta atau Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta Utara hingga Senin, 22 Agustus 2022, belum mengetahui keberadaan tenggelamnya KM OCEAN 17, dan sudah sejauh mana pencarian terhadap 18 ABK, kapal tersebut.

Padahal Kapal Colecting atau pengumpul ikan KM OCEAN 17 itu berangkat dari Kesyahbandaran PPS Nizam Zachman Jakarta, pada 26 Juni 2022, lalu pada 26 Juli 2022 di diketahui tenggelam di Perairan Barat Sumatra. 

Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, Sumono Darwinto mengaku belum mengetahu sejauh mana akhir dari pencarian tenggelamnya Kapal Colecting KM OCEAN 17.

“Lebih baik konfirmasi ke Syahbandar saja. Kami masih menunggu informasi dari Syahbandar,” kata Sumono melalui chat WA, Senin (22/8/2022).

BACA JUGA: Polda Metro Jaya Dituding Kriminalisasi Paultar Sinambela Dalam Kasus Mafia Tanah

Apa yang disampaikan Sumono itu demikian juga disampaikan Kepala Syahbandar Arif Rahman.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi akurat sejauh mana hasil temuan dari kecelakaan. Yang kita tau sampai saat ini memang ada kecelakaan laut, iaitu KM OCEAN 17 tenggelam atau terbalik gitu. Soalnya kita belum ada membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), karena nahkodanya belum kita periksa," ujar Kepala Syahbandar PPS Nizam Zachman Jakarta Utara, Arif Rahmat di kantonya, Senin (22/8/2022).

Arif Rahmat mengatakan belum mengetahui terkait penyebab tenggelamnya Kapal.

"Perlu kami sampaikan bahwa KM OCEAN 17 berangkat dari Jakarta 26 Juni 2022. Dan tgl 6 Juli 2022 sudah tiba di Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara. Dengan keberangkatan KM OCEAN 17 dari pelabuhan Sibolga maka dengan sendirinya Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Kesyahbandaran PPS Nizam Zachman Jakarta menjadi gugur. Oleh karena itu segala peristiwa yang terjadi akan dihandel Kesyahbandaran terdekat kepada lokasi kecelakaan," ujar Arif menjelaskan.

Sementara Tri yang mendampingi Arif menjelaskan bahwa KM OCEAN 17 tercatat di Kesyahbandar PPS Nizam Zachman Jakarta berangkat berlayar dengan 18 ABK dan Kapal laik jalan.

"Kita belum mendapatkan informasi lengkap tentang tenggelamnya KM OCEAN 17 dengan 198 GT itu. Itu disebabkan sampai saat ini belum ada ABK yang kita BAP. Yang jelas pada saat berangka dari Jakarta KM OCEAN 17 lengkap dengan adminstrasi dan kelengkapan berlayar lainnya,” ucap Tri.

Tri mengungkakan Petugas kesyahbandaran memeriksa dokumen dan kapal sesuai form pemeriksaan keberangkatan kapal yang diajukan agen atas nama Catur Kurniawan, (pengurus) PT. Cahaya Budi Makmur Indonesia.

“Semua ABK dilindungi asuransi! Jika tidak dilindungi asuransi tidak diterbitkan SPB. Pokoknya salah satu dari persyaratan tidak dilengkapi maka SPB tidak diberikan,” tegas Tri.

BACA JUGA: Kisah Pembunuhan Berencana, Jonson Tidak Pernah Disidang

Tri menguarai dokumen kapal, Surat Laut, Sertifikat Kesempurnaan atau Kelaikan dan Pengawakan Kapal Perikanan, Daftar ABK, SKK Nakhoda/KKM, Buku Kesehatan, Sertifikat Radio, SIUP, SIPI/SIKPI, Asuransi Nelayan dan PKL, bukti pembayaran tambat labuh, pernyataan nakhoda (master declaration), faktur pajak pembelian BBM non Subsidi, Surat Laik Operasi (SLO).

Untuk lebih lanjut mengetahui titik kejadian dikonfirmasi kepada Pangkalan PSDKP karena untuk memantau pergerakan kapal adalah tupoksi PSDKP.

“Mereka punya VMS (Vessel Monitoring System) yang mengetahui pergerakan kapal dimanapun berada. Kalau kita ini ibarat: Polda Metro Jaya mengeluarkan SIM (Surat Izin Mengewmudi), tugas nya hanya menerbitkan SIM setelah sipenerima SIM dianggap layak mengendarai kendaraan. Jika ada kecelakaan dijalan terhadap sipengemudi adalah tanggungjawab masing-masing yang terkait. Demikian juga kesyahbandaran, jika terjadi kecelakaan dilaut bukan lagi tanggungjawab Syahbandar. Karena kejadaia kecelakaan dilaut banyka factor, seperti cuaca, ombak, atau bias juga karena kelebihan muatan. Tapi itu bias diketahui setelah ada hasil penyelidikan dari pihak berwenang,” tutupnya.

Informasi terakhir yang dikutit dari SoloPos.com berdasarkan hasil koordinasi yang didapat dari Sat Polairud Polres Batang, saat ini sudah ada 11 orang ABK yang ditemukan. Rinciannya, 10 orang dalam keadaan selamat dan satu orang lainnya meninggal dunia.

 

Penulis: Herlyna

Category: JakartaTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.