Selegram Revina Violetta Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Motivator Dedy Susanto

Baju putih Revina Violetta Tanamal didampingi Rusdin Ismail SH, MH. Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Perselihan selegram Revina VT dengan Dedy Susanto ternyata sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Penyelasaian lapor melapor itu dibuktikan dengan adanya penandatangan damai di atas segel yang dibuat dan ditandatangani pada 7 April 2021di bilangan Tebet, Jakarta Selatan disaksikan kuasa hukum kedua belah pihak. Dari terlapor ialah Advokat Rusdin Ismail, SH, MH.

"Bahwa terhadap perkara yang dilaporkan sdr. Dedi Susanto ini telah tercapai kesepakatan damai dan ditanda tangani oleh kedua pihak dan diketahui dan diprakarsai kuasa hukum," ujar Advokat Rusdin Ismail, SH, MH di Polda Metro Jaya, Kamis (29/4/2021).

Dan salah satu klausul dari Perjanjian damai itu adalah Revina Violetta Tanamal harus menyampaikan permintaan maaf di media.

"Saya Revina Violetta Tanamal pada hari ini Kamis 29 April 2021 menyampaikan permintaan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dedy Susanto. Maaf pak Dedy Susanto, kiranya pintu maaf bapak dibukukan untuk saya. Saya mengaku bahwa saya hilaf tanpa krocek informasi yang saya terima sehingga merugikan nama baik bapak," kata Revina dihadapan Wartawan di Kopi Tien Polda Metro Jaya.

Revina berharap dengan sudah dilaksanakan pernyataan maaf itu dihadapan media, Dedy Susanto segera mencabut laporannya di Polda Metro Jaya.

"Tentunya harapan saya bapak Dedy Susanto langsung mencabut laporannya. Plisdeh! Saya sudah capek dan jadi pengangguran selama ini. Pusing bangat pak mikirin perkara ini. Kasihan orang tua saya juga. Masak ia saya harus dipenjarakan? Adu...uh Jagan deh," ucap Revina memohon.

Revina Violetta Tanamal berharap bisa segera bertemu langsung dengan Dedy Susanto.

"Saya pengen menyampaikan permintaan maaf saya dihadapkan beliau," ujar Revina berharap.

Sementara kuasa hukum Revina Rusdin Ismail mengatakan sesuai dengan materi perdamaian yang harus dilaksanakan.

"Inilah klarifikasi kami dan pernyataan maaf dari klien kami kepada bapak Dedy Susanto. Secara hukum perdamaian itu mendukung. Bahwa Pihak Pertama dan pihak kedua sudah berdamai oleh karena itu Laporan Polisi No Lp/1223/11/YAN 2.5./2020/SPKT.PMJ tanggal 21 Februari 2020, Terlapor Revina dicabut. Sehingga tidak ada lagi persoalan," tambah Advokat Rusdin Ismail, SH, MH.

"Kami (terlapor dan pelapor) telah menandatangani surat perjanjian damai. Perjanjian Kesepakatan Perdamaian ini dibuat dan ditandatangani melalui kuasa hukum pak Dedy Susanto tgl 7 April lalu. Dan jumpa pers ini adalah salah satu materi perjanjian yang disepakati itu yang harus dilaksanakan. Ini salah satu bagian terpenting dari klausul damai itu," ujar Rusdin.

 

Penulis: Tomson

Share
Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.