Sependapat dengan JPU, Hakim Vonis Terdakwa Dian Lestari Dua Tahun Penjara

limitnews.net

Proses jalannya persidangan di PN Jakarta Utara. Limitnews.net/Tomson

08/24/2021

JAKARTA - Ketua Mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pimpinan Tumpanuli Marbun, SH, MH dengan anggota majelis Tiares Sirait, SH, MH dan Rudi F Abbas, SH, MH, menjatuhkan vonis 2 tahun pidana penjara terhadap terdakwa Dian Asih Lestari di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, No.17, Jakarta Utara, Rabu (18/8/2021).

Majelis Hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yerich Sinaga, SH yang telah membuktikan terdakwa Dian Asih Lestari secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapa Rp.495 juta lebih terhadap saksi korban Lolita Hotmaria Nainggolan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP.

Sebelumnya JPU Yerich, SH mengatakan bahwa terdakwa Dian Asih Lestari telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penipuan, penggeledahan terhadap saksi korban Lolita Hotmaria Nainggolan, Rp 495 juta yang berawal terdakwa Dian Asih Lestari meminta saksi Lolita Hotmaria Nainggolan berinvestasi atau meminjamkan uang untuk dipergunakan sebagai modal kerja  pada pengadaan proyek MRT. (Mass Rapil Transit) Jakarta (Persero).

Setelah terdakwa Dian melakukan komunikasi yang inters dengan Saksi Lolita Hotmaria dan mengatakan ada pesanan barang dan butuh modal untuk pengadaan barang pada proyek MRT akhirnya Lolita mentransfer uang Rp 20 juta.

Kemudian Dian Asih Lestari meminta saksi Lolita meminjamkan uang lagi pada tanggal 28 Desember 2018, dan mengatakan ada lagi permintaan barang dari pihak MRT Jakarta. Bertuliskan untuk pencairan tanggal 28 Januari 2019. 15 profit Rp 3 juta, 26 profit Rp 5 juta, dengan alasan sedang mengejar target operasional.

Saat itu saksi Lolita Hotmaria tidak mentransfer karena modal Rp 20 juta belum dikembalikan. Baru kemudian pada tanggal 7 Januari 2019 terdakwa Dian mengembalikan  sebesar Rp 24 juta dengan perincian Rp 20 juta adalah modal dan  Rp 4 juta adalah profit atau keuntungan.

Selanjutnya terdakwa meminta pinjaman lagi Rp 50 juta. Karena terdakwa Dian Asih Lestari sudah pengembalikan modal berikut pembagian prolit pinjaman sebelumnya maka saksi Lolite yakin dan percaya proyek yang dikerjakan terdakwa benar adanya maka pada tanggal 8 Januar 2010 Saksi Lolita mentransfer uang modal 2 kali ke rekening BCA nomor 2170026864 atas nama Dian Asih Lestari sejumlah total Rp 50 juta.

Dan saksi Lolita juga sempat memberitahukan terkait keuntungan yang di dapatkan dari terdakwa Dian kepada saksi Borthe Marie Fransiska dan saksi Milkayeni Simanurgkali. Sehingga saksi  Borthe Marie Fransiska dan saksi Milkayeni Simanurgkalit memberikan uang sebagai modal melalui saksi Lolita Hotmaria.

Selanjutnya  pada tanggal 19 Januari 2019 terdakwa Dian menghubungi saksi Lolita memberitahukan ada pembelian barang dari MRT Jakarta. Pemberitahuan itu dikirimkan terdakwa Dian via whatsapp. Dan untuk lebih meyakinkan saksi korban Lolita Hotmaria terdakwa Dian membuat Material Issue Stip (M-SLIP) berlogo MRT Jakarta yang dicetak sendiri oleh terdakwa menggunakan laptop dan dikirimkan melalui whatsap kepada saksi Lolita Hotmaria.

Melihat adanya logo MRT itu saksi Lolita Hotmaria semakin yakin bahwa itu adalah resmi dari MRT. Maka saksi Lolita mentransfer Rp 65 juta ke rekening terdakwa. 

Dengan beberapa transaksi transferan berlanjut uang hingga berjumlah Rp.495 juta terdakwa tidak lagi memberikan profit yang dijanjikan. Dan ketika dihubungi terdakwa mengatakan sudah dipecat dari MRT.

Setelah ditelusuri sebagaimana keterangan saksi Bunga Stevenni. SH. MH., berdasarkan data base Human Capital Division dan bagian Kepegawaian kalau terdakwa Dian Asih Lestari bukan karyawan atau tidak pemah bekerja di PT. MRT (Mass Rapil Transit) Jakarta (Persero).

Dan juga tidak pernah tardafter sebagai paserta tender dan mendapatkan proyek pengadaan alat-alat pelindung diri atau Parsan Protective Exit SPC PFE) proyek PL, saksi Hotmaria Nainggolan menyadari bahwa dirinya telah ditupu.

Setelah dihubungi beberapa kali tidak dapat lalu dilaporkan ke pihak yang berwajib. Dan sesuai hasil persidangan semakin terungkap modus Terdakwa Dian Asih Lestari.

"Oleh terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana maka harus dijatuhkan hukuman kepadanya sesuai perbuatanya yakni selama dua tahun penjara dan dipotong selama terdakwa dalam tahanan rumah tahanan negara," ujar Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun SH, MH, saat membacakan putusannya.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.