Setelah Bupati dan Mantan Bupati, Kajari Hadiman: Penyidik Akan Periksa Muslim

Kajati Dr. Mia Amiati, SH, MH menyerahkan piagam penghargaan bergengsi selaku Kajari Terbaik Kepada Kajari Kuansing Hadiman GB, SH, MH , Selasa (29/12/2020).

JAKARTA - Setelah Sukarmis dan Andi Putra diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau terkait proyek mangkrak pembangunan Pasar Mobern, Tim penyidik akan memanggil ulang Muslim, setelah keduanya memenuhi panggilan penyidik, Kamis (20/5/2021).

H.Sukarmis dan Andi Putra telah diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, terkait proyek mangkrak pembangunan Pasar Mobern, setelah keduanya memenuhi panggilan penyidik, Kamis (20/5/2021).

Sukarmis (Anggota DPRD Riau) diperiksa sebagai saksi dalam kapasitas selaku mantan Bupati Kab. Kuansing dua periode saat APBD Kab. Kuansing dikucurkan pada proyek Pasar Modern dan Bupati Kuansing Andi Putra diperiksa dalam kapasitasnya Sebagai Ketua DPRD Kab. Kuansing sebelum terpilih menjadi Bupati Kab. Kuansing saat APBD Kab. Kuansing dianggarkan pada proyek Pasar Modern tahun anggaran (TA) 2014-2015, yang berujung mangkrak.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing Hadiman, SH, MH mengatakan telah memeriksa Sukarmis dan Andi Putra. Dalam pemeriksaan penyidik melontarkan 30 pertanyaan.

“Benar, kemarin sore, (Rabu- 20/05/2021) mereka datang pkl 10.00 Wib langsung masuk ruang pemeriksaan. Penyidik mencecar 30 pertanyaan kepada Sukarmis dan 18 pertanyaan kepada Andi Putra guna menggali keterangan seputar kasus pembangunan Pasar Modern di Teluk Kuantan,” ujar Kajari Kuansing Hadiman, SH, MH kepada limitnews.net melalui percakapan WA, Jumat (21/5/2021).

BACA JUGA: Kejari Kuansing Periksa Sopir Bupati Saksi Dugaan Korupsi

Menurut Hadiman, Sukarmis datang ke kantor Kejaksaan dan langsung memasuki ruang pemeriksaan pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Lalu istirahat salat zuhur dan kembali melanjutkan pemeriksaan pada pukul 13.00 WIB dan selesai pada pukul 15.00 WIB.

“Andi Putra datang dan memenuhi panggilan penyidik dan mulai di pemeriksaan pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pada pukul 11.30 WIB. Namun, Andi Putra untuk kasus pembagunan pasar modern tahun 2014 mengaku bukan sebagai Ketua Banggar. Sedangkan Ketua Banggar adalah Muslim. Sedangkan Andi putra mengaku sebagai Ketua Banggar untuk penganggaran  Ruang Pertemuan Hotel Kuansing. Oleh karena itu kita langsung menjadwalkan pemanggilan pemeriksaaan untuk pak Muslim, Senin, minggu depan,” ujar Hadiman Kajari terbaik III se-Indonesia dan terbaik I se Kejati Riau itu.

Dia berharap minggu depan pemeriksaan Muslim sebagai saksi sudah terlaksana.

“Penelusuran kasus pasar modern ini harus segera rampung. Saya tidak mau ada perkara tertunggak jika nanti saya pindah tugas,” tegas Kajari penerima predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) dari Kementerian Pendayagunanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI, yang menjadi dambaan dan idaman setiap Pemimpin Lembaga/instansi Pemerintahan di republik ini.

BACA JUGA: Kajari Hadiman Lidik Dugaan Korupsi Malah Dituding Hambat PSR Kuansing

Predikat WBK/WBBM inilah yang menjadi tolok ukur untuk se-seorang pemimpin, bahwa dia dapat mengorganisir lembaga/instansi yang dipimpinnya dengan baik dan benar.

“Keterangan demi keterangan dari para saksi inilah nanti yang akan membuka tabir kasus proyek 3 pilar ini. Bahkan tidak tertutup kemungkinan nanti kita akan kembali memanggil mantan Wakil Bupati bapak Zulkifli untuk pemeriksaan tambahan setelah pak muslim diperiksa. Hal ini perlu kita lakukan guna mendalami kasusnya sebagai tambahan data-data yang dibutuhkan dalam pengembangan kasus pasar modern ini,” tambah Kajari Hadiman.

Hadiman yakin akan mendapatkan masukan setelah pemeriksaan saksi Muslim.

“Guna menuntaskan kasus ini, kita akan menampung setiap informasi dari masyarakat. Sekecil apapun itu sangat kita hargai,” imbuhnya.

Menurutnya, tahapan pemeriksaan saksi-saksi akan memberikan data, fakta guna mengungkapkan misteri kasus pembangunan 3 pilar di Kab. Kuansing, khususnya Pasar Modern.

BACA JUGA: Masyarakat Penggiat Anti Korupsi Dukung Kejaksaan Tangkap Kepala BPKAD Kuansing

Untuk diketahui, Proyek tiga pilar seperti Pasar Tradisional Berbasis Moderen, Gedung UNIKS dan Hotel Kuansing, dimulai pada tahun anggaran (TA) 2014, silam. Saat itu H. Sukarmis selaku Bupati dan Zulkifli Selaku Wakil Bupati.  Sementara Indra Agus selaku Kepala Bapeda. Sedangkan Bupati saat ini Andi Putra, sebagai Ketua DPRD Kuansing.

Anggaran yang dikucurkan untuk Pasar Tradisional Berbasis Modern itu mencapai RP 44 Miliar dan sebagai PT Guna Karya Nusantara.

Anggaran yang dikucurkan dari APBD Kab. Kuansing  TA 2014-2015 untuk pembanguan UNIKS Rp.51 Miliar, dan Anggaran untuk Pembangunan Hotel Kuansing Rp 41 Miliar. Tetapi pekerjaannya tidak selesai. Kemudian pada tahun anggaran 2015 adalagi tambahan anggaran pada proyek Pasar Modern Rp.5miliar dan untuk proyek Hotel Kuansing Rp.8 miliar dan untuk Proyek UNIKS Rp.23 miliar. Namun proyek tidak selesai alias mangkrak.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.