Sidang Korupsi, Mantan Kasudin PU Tata Air Jakut Joko Dicecar Terlibat

JAKARTA - Sidang korupsi Swakelola refungsi kali Sudin PU Tata Air Jakarta Utara dengan dua tersangka Sarifudin (Bendahara Keuangan) dan Kuryatna (Kasi Pengendalian), masih agenda pemeriksaan saksi kembali digelar, Rabu (27/9).

Pada persidangan pekan lalu Saksi Joko Susilo (Mantan Kasudin PU Tata Air Jakut) membantah terlibat korupsi.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Fahzal Hendri, jaksa penuntut umum (JPU) dan penasihat hukum Orin Hasdiah Salam mencecar mantan Kasudin PU Tata Air Jakarta Utara, Joko Susilo, soal keterlibatannya dalam kasus korupsi swakelola refungsi sungai/kali yang merugikan negara miliaran rupiah.

“Saudara saksi sebagai Kasudin kok tidak tahu apa yang terjadi di kantornya. Lagi, bukankah ada surat-surat terkait proyek itu yang harus mendapat persetujuan saudara terlebih dahulu, tapi kok tidak tahu yang terjadi di kantor yang saudara pimpin,” kata Ketua Majelis Hakim Pahzal Hendri.

Joko Susilo yang diperiksa bersama saksi Beni Susanto tetap bersikukuh tidak tahu menahu dengan perbuatan korupsi berjama’ah di kantornya.

“Saudara saksi sudah disumpah, tidak baik kalau didesak-desak untuk mengakui. Lebih berat orang yang bersumpah namun membantah tidak terlibat padahal kenyataannya ikut korupsi, Tuhan tahu itu kalau saudara tetap tidak mengaku,” ujar Fahzal.

Anggota majelis Sahlan Efendi juga memperingatkan saksi Joko Susilo agar mengakui saja kalau memang dirinya terlibat. Sebab, fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan juga akan menunjukkan apakah saksi terlibat korupsi atau tidak.

“Tidak Pak Hakim, saya tidak akan mengakui apa yang tidak saya lakukan,” ujar saksi.

Penasihat hukum terdakwa Sarifudin dan Kuriyatna, Orin Hasdiah Salam juga mempertanyakan kepada saksi bagaimana pertanggungjawabannya selaku kepala kantor di Sudin PU Tata Air Jakarta Utara. “Anak buah saudara menyebut-sebut saksi terlibat, bagaimana sebenarnya,” tanya Orin.

“Saya tidak tahu apa-apa,” jawab Joko. “Bagaimana pembelaan saudara kepada bawahan. Bukankah seorang pucuk pimpinan bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dalam institusi yang dikomandoinya,” tanya Orin lagi. “Saya tidak harus bertanggungjawab atas kasus korupsi di Sudin PU Tata Air Jakarta Utara,” tegas Joko.

Sayangnya terdakwa Sarifudin tidak menjelaskan berapa nilai yang diterima saksi Joko. Namun, Sarifudin mengatakan bahwa bagian yang diterima Joko adalah 18 persen dari pemotongan anggaran 35 persen.

Sarifudin Bendahara Sudin PU Tata Air Jakarta Utara mengungkapkan, begitu saksi Joko menjabat Kasudin PU Tata Air Jakarta Utara, saksi mendatanginya kemudian bertanya bagaimana hukum “adat” di institusi mereka. Terdakwa pun menjelaskan kebiasaan yang berlaku di Sudin Tata Air Jakarta Utara yang sebelumnya dipimpin Sisca.

Terdakwa Sarifudin juga mengungkapkan bahwa saksi Joko Susilo menerima dua kali uang korupsi dari anggaran swakelola yang mereka selewengkan. “Saya dengan teman pejabat lainnya mengantarkannya ke ruang kerja Kasudin (Joko Susilo),” ungkap terdakwa.

Ketika Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri bertanya berapa jumlahnya, terdakwa mengaku tidak ingat. Hanya terdakwa menyebutkan lagi bahwa jumlah yang diterima Joko Susilo sebanyak 18 persen dari 35 persen anggaran swakelola yang dikorupsi.

“Kasudin mana mungkin tidak dapat. Bagiannya 18 persen dari 35 persen anggaran swakelola yang dikorup,” ujar Sarifudin.

Atas tanggapan terdakwa tersebut, saksi Joko Susilo tidak bergeming dari pendapatnya bahwa dirinya tidak ikut korupsi di antara bawahannya yang terlibat korupsi beramai-ramai. Dalam persidangan yang berkecenderungan mengungkap keterlibatan Kasudin PU Tata Air Jakarta Utara itu, saksi Joko Susilo mengungkapkan dirinya hanya menjabat sebagai Kasudin selama 3,5 bulan menggantikan Sisca.

Meski demikian, uang anggaran swakelola refungsi sungai dikucurkan Rp 13 miliar. Dalam surat dakwaan jaksa, 35 persen dari anggaran Rp 13 miliar inilah yang dikorupsi di Sudin PU Tata Air Jakarta Utara. Setelah anggaran proyek swakelola Rp 13 miliar dikucurkan dan dibagi-bagi termasuk oleh kasi-kasi PU Tata Air di tiap kecamatan. (TOM)

Share
Category: Jakarta

limitnews
No Response

Comments are closed.