Terdakwa Alex Wijaya Minta Dibebaskan, JPU Rumondang: Pembuktian Sudah Jelas Bersalah

limitnews.net

Terdakwa Alex Wijaya saat diperiksa dipersidangan PN Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Limitnews.net/Tomson

JAKARTA -  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Rumondang Sitorus, SH, dan Sorta Siahaan, SH kembali menghadirkan secara virtual terdakwa Alex Wijaya dan Ng Meiliani terdakwa penipuan penggelapan investasi di  Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jln Gajah Mada, No 17, Jakarta Pusat, Senin (23/8/2021).

Agenda persidangan ialah pembacaan pledoi terdakwa Alex Wijaya dan Ng Meiliani atas tuntutan JPU Rumondang Sitorus 3 tahun dan 6 bulan pidana penjara terhadap Alex Wijaya dan 3 tahun pidana penjara kepada terdakwa Ng. Meiliani karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap Saksi korban Netty Malini sebanyak Rp.22 miliar.

Terdakwa Alex Wijaya selaku Presiden Direktur PT. Innovative Plastic Packaging (Innopack) meminta saksi Netty Malini berinvestasi PT Innopack yang saat itu membutuhkan suntikan dana segar membiayai operasional pabriknya yang memproduksi lakban yang berbahan plastik.

Dihadapan sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH dengan anggota Majelis Rudi F Abbas, SH, MH dan Tiaris Sirait, Sirait SH, MH kuasa hukum terdakwa membacakan pledoi atau pembelaan yang terdiri dari 300 halaman.

Pledoi 300 halaman itu adalah terdiri dari 150 pledoi Alex Wijaya dan 150 Ng Meiliani dibacakan tim kuasa hukumnya.

Pledoi yang didengarkan dipersidangan bukan hanya dari penasehat hukum terdakwa, tetapi juga dari kedua terdakwa bapak dan anak itu. Mereka berdua masing-masing juga membacakan predoi pribadinya, hingga sidang sempat diskors.

Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun bahkan sempat memperingatkan kuasa terdakwa untuk membacakan poin-poinnya saja. “Saudara baca poin-poinnya, kenapa jadi panjang begini,” tegasnya.

Dalam pledoinya, terdakwa Alex Wijaya dan Ng Meiliani minta dibebaskan dari segala tuntutan dan dakwaan JPU. Demikian juga halnya dalam pledoi dari PH juga minta majelis membenaskan kliennya.

Menurut terdakwa Alex Wijaya bahwa uang Rp.22 Miliar bukan investasi tetapi pinjaman pribadi. Sementara terdakwa NG Mailani mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu dengan adanya uang dari Netty Malini. Dia tahu ada uang netty Malini dari kurator.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Sitorus mengatakan bahwa pledoi terdakwa yang meminta dibebaskan adalah haknya.

"Itu hak dialah minta dibebaskan. Setiap orang yang waras pasti  tidak akan mau dipenjara meskipun sehari. Yang penting kita telah membuktikan dipersidangan bahwa perbuatan terdakwa terbukti dan juga diakui sendiri oleh terdakwa Alex Wijaya," ujar Rumondang Sitorus yang didampingi Sorta Siahaan.

Rumondang mengatakan akan mengurai  pada replik (tanggapan)nya atas pledoi terdakwa. Rumondang sangat yakin dengan dakwaan dan tuntutannya akan dikabulkan hakim.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.