Jumat, 21 Februari 2020

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Terdakwa ‘Bergaya’ Dipersidangan, Majelis Hakim dan JPU Elus Dada
Posted By: limitnews, 2:02 AM, 14 Juli 2017

Terdakwa ‘Bergaya’ Dipersidangan, Majelis Hakim dan JPU Elus Dada

Share

JAKARTA – Sidang perkara penipuan Rp 1,4 miliar atas nama terdakwa Jiang Hua Qiang alias Akiong, cukup membuat majelis hakim maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengelus dada (bersabar hati) mengikuti gaya terdakwa yang sangat aktif ingin menunjukkan bukti-bukti baik itu melontarkan pertanyaan kepada saksi, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (13/7).

Dari pantauan limitnews.net, terdakwa dan kuasa hukum terdakwa berulangkali menunjukkan bukti-bukti transferan yang terjadi antara terdakwa Akiong dan pelapor Goeij, namun bukti-bukti yang ditunjukan itu adalah transferan lain yang tidak bermasalah, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan laporan dugaan penipuan pemesanan batu marmer senialai Rp 1,4 milar.

“Saudara terdakwa, dan saudara kuasa hukum, persidangan ini dibuka untuk membuktikan apakah ada perbuatan tindak pidana pada kasus laporan polisi No: LP/158/K/II/2016/PMJ/resju, berkaitan dengan pemesanan batu marmer senilai Rp 1,4 miliar, yang uangnya sudah anda terima. Kalau uang sudah anda terima untuk pemesanan batu marmer, apakah pesanan barang itu sudah anda penuhi?,” ujar Ketua Majelis Hakim Sutejo Bimantoro yang didampingi Hakim anggota Dodom Iman Rusdani, SH dan Crisfajar Sosiawan, SH menanggapi dan juga mengingatkan terdakwa maupun kuasa hukum terdakwa.

“Kalau pesanan barang tidak dipenuhi, maka apakah uangnya sudah anda kembalikan? Itulah intinya. Jika ada transaksi yang lalu-lalu itu tidak ada hubungannya dengan perkara ini. Jadi jangan dibuat ribet. Ini sederhana pembuktiannya,” sambungnya.

Agenda sidang adalah pemeriksaan saksi pelapor atas permintaan kuasa hukum terdakwa untuk dikonfrontir. Kuasa hukum terdakwa belum puas dengan keterangan pelapor pada persidangan sebelumnya, sehingga majelis memerintahkan JPU Ireine Relanita dan Fedrick, SH menghadirkan kembali saksi Goeij.

Dan pertanyaan pertama yang dilontarkan kuasa hukum terdakwa adalah: Apakah ada urusan utang piutang antara saksi dengan terdakwa? yang dijawab saksi; tidak!

Lalu, bagaimana dengan transferan Rp 10 miliar, Rp 11 milar dan Rp 25 miliar? Yang dijawab saksi; itu dulu, dan itu tidak ada hubungannya dengan kasus ini.

Kronologi kejadian: 5 Februari 2005, pukul 15.Wib, di Cincin Danau Utara Blok.E No.8 , Kel. Papanggo, Kec. Tg. Priok, Jakarta Utara, Rudi Salim, memesan batu Marmer kepada terdakwa Akiong senilai Rp 1,4 miliar untuk kebutuhan rehab rumah. Pembelian pembayaran terjadi 3 tahap. Pembicaraan pemesanan itu dilakukan Rudi Salam lewat telepon dengan didampingi Goeij (istri Rudi Salim).

Tahap pertama uang ditransfer Rp 700 juta ke Rek. BCA .1946028882 a.n Irene Handayani (istri terdakwa Akiong) tanggal 17/02/2015, kedua, Rp 500 juta, tanggal 10/03/015 dan yang ke tiga Rp 200 juta, tanggal 12 Mei 2015, kepada rekening yang sama.

Meskipun uang seluruhnya sudah diterima terdakwa sejak (17/02/2015) sampai dengan (12/05/2015), namum barang (batu Marmer ) yang dipesan oleh Rudi Salim tak sepotongpun yang disanggupi terdakwa Akiong.

Dan uang itu ditranfer Rudi Salim melalui PT. Qualimas Indonesia (QI) atas perintah Goeij Siauw Hung (Istri Rudi Salim) selaku Direktur PT. Qualimas Indonesia, dan yang mengetahu uang ditransfer yakni: Herman, Heri dan Ramdoni (karyawan PT. QI).

Terdakwa Akiong tinggal bersama Istrinya Irene Handayani di Ruko Permata Ancol Bloki N, No.1, Jl. R.E Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, berjanji akan menyerahkan barang (marmer) kepada Rudi Salim tiga bulan sejak uang sudah ditransfer. Dan batu Marmer yang dipesan Rudi Salim itu akan didatangkan Hua Kiong dari China.

Walapun uang sudah diterima terdakwa seluruhnya, namu sampai laporan ini dibuat di Polres Jakarta Utara, terdakwa belum pernah mengirimkan barang bahkan tidak ada etiket baik untuk mengembalikan uang Rp 1,4 miliar yang sudah diterima itu, atau mencari solusi. Malah terdakwa mengeluarkan ancaman terhadap pelapor ketika dijumpai di rumahnya, kata Goeij. (TOM)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz