Terkait Dugaan SPPD Fikif, Kejari Kuangsing Kembali Panggil Mantan Kepala BPKAD

Kajati Dr. Mia Amiati, SH, MH (kanan) menyerahkan piagam penghargaan bergengsi selaku Kajari Terbaik Kepada Kajari Kuansing Hadiman GB, SH, MH (kiri). Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) kembali melakukan pemanggilan terhadap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuansing non aktif Hendra AP alias Keken untuk hadir di Kantor Kejaksaan,  Senin (7/6/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Panggilan Ini merupakan panggilan ketiga setelah dua kali panggilan sebelumnnya tidak dipatuhi pasca prapeadilan ditolak pengadilan. Hendra dipanggil masih dalam kasus dugaan korupsi SPPD fiktif di BPKAD Kuansing.

Kajari Kuansing Hadiman, SH, MH mengakui pemanggilan Kepala BPKD non aktif itu.

“Saat ini Kasus BPKAD masih tahap penyidikan. Sebelumnya penyidik sudah melayangkan dua kali surat panggilan secara patut tetapi Hendra AP belum hadir. Jika pada surat ketiga ini juga terpanggil tidak hadir maka kita akan lakukan pemanggilan paksa. Itu sudah diatur undang-undang,” ujar Hadiman menagaskan.

BACA JUGA: Pengembangan Kasus Korupsi Sekda, Kejari Kuansing Segera Tetapkan Tersangka Baru

BACA JUGA: Dua Kali Mangkir, Kejaksaan Akan Kembali Panggil Mantan Kepala BPKAD Kuansing

Dia mengingatkan, siapapun yang akan berupaya menghalangi atau merintangi penyidikan, dia menegaskan akan dijadikan tersangka sebagaimana diatur dalam Pasal 21 UU Tipikor.

“Saya selaku Kajari Kuansing dan juga selaku Ketua Tim Penyidik kasus BPKAD tidak main-main dan tidak pula membangun opini, karena tugas Kejaksaan Republik Indonesia salah satunya adalah memberantas kasus korupsi. Nah, kami tunggu besok Senin 7 Juni 2021 jam 10 pagi. Jangan sampai tidak hadir kami jemput paksa,” tegas Pungkas Kajari Hadiman.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.