Terkait Tersangka Budi, Penyidik Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Jaksa ke Kejati







Direktur Hubungan Antar Kelembagaan (Dirhubag) MSPI Thomson Gultom. Limitnews/Herlyna

09/12/2023 12:37:33

JAKARTA - Terkait berkas perkara tersangka Budi, Penyidik Unit II Subditumum Polda Metro Jaya sedang berkoordiansi dengan Jaksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Senin (11/9/2023). Hal itu disampikan Direktur Hubungan Antar Kelembagaan (Dirhubag) Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Thomson Gultom kepada awak media, Selasa (12/9/2023).

“Kita mendapat kabar dari salah satu penyidik Unit II, Subditumum Ditkrimun Polda Metro Jaya. Katanya, hari Senin, kemarin penyidik sudah koordinasi dengan Jaksa Kejati DKI Jakarta. Tapi, bagaimana hasil koordinasi itu tersebut kita belum dapat kabar terkini,” kata Thomson.

BACA JUGA: MSPI Laporkan Penyidik Polda Metro Jaya Ke Kapolri Terkait Tersangka Jonson

Thomson mengatakan, bahwa dirinya sudah menghubungi penyidik pagi ini (Selasa pagi) namun belum ada jawaban.

Thomson mengatakan sebelumnya Penyidik sudah menyatakan akan segera melimpahan berkas perkara tersangka Budi itu ke Kejati DKI Jakarta.

“Dulu berkasnya dikembalikan Kejati DKI Jakarta karena dulu katanya ada kesepakatan damai. Iya, kalau kenyataan tidak ada damai maka akan kita tindaklanjuti lagi laporannya, kita kirimkan kembali berkas perkaranya ke Kejati DKI Jakarta,” ujar Thomson menyampaikan pernyataan Ipda Kadina selaku Panit II tim penanganan Laporan Polisi Nomor: LP/5247/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 29 September 2018, yang dijerat dengan Pasal 310, Jo. Pasal 311 KUHP, atas perbuatan fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan dengan tersangka Budi atas Laporan Suhari.

Menurut Thomson, Ipda Kadina sebelumnya (bulan Agustus-red) sudah berjanji akan segera mengirimkan SP2HP hasil perkembangan perkara kepada pelapor. Tetapi sampai saat ini belum juga ada surat dari penyidik yang diterima pelapor.

Lebih jauh Thomson mengungkapkan larutnya proses perkara, empat tahun sudah lamanya Unit II Subditumum Polda Metro Jaya (PMJ) telah menetapkan Budi sebagai tersangka atas laporan Suhari alias Aok. Namun perkaranya belum juga dilimpahkan ke penuntutan hingga saat ini.

Pelaporan itu berawal ketika tersangka Budi melaporkan saksi Suhari dengan pasal 351 KUHP dan Suhari dijadikan tersangka oleh unit III Resmob Polda Metro Jaya.

Diduga Unit III Resmob Polda Metro Jaya telah dengan tidak cermat menjadikan Suhari sebagai tersangka. Sebab dengan sewenang-wenang malakukan penyitaan terhadap recorder CCTV dari kantor Suhari tanpa adanya surat perintah penyitaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Tidak berhenti disitu, tiga hari kemudian, tersanga Budi juga melaporkan Suhari Pasal 27 UUIT tentang Pornografi. Lalu Unit III Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya menetapkan Suhari sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Penetapan tersangka terhadap Suhari dengan Pasal 27a UUIT yang diikuti penahanan dan penyitaan terhadap HP nya oleh Unit III Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya. Faktanya, sampai saat ini tersangka Suhari masih berstatus tersangka.

Mirisnya, Suhari sempat ditahan selama enam hari pada tahun 2018 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Metro Jaya padahal statusnya dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) atas kasus pembunuhan berencana terhadap alam Herdi Sibolga alias Acuan yang mati akibat dua tembakan bersarang ditubuhnya. Ternyata Alm Herdi Sibolga ditembak mati akibat persaingan bisnis dan kaitannya dengan Suhari adalah bahwa Suhari salah satu orang yang berusaha mengungkap terjadinya pembunuhan terhadap Alm Herdi Sibolga.

Atas tekanan dari LPSK Republik Indonesia akhirnya Suhari dilepaskan dari tahanan oleh Subdid Cyber Polda Metro Jaya. Herdi Sibolga merupakan mitra bisnis Suhari. Jadi Suhari dan keluarga Herdi Sibolga, kakak, adik dan ibunya serta anak-anak nya masuk dalam perlindungan LPSK.

Setelah Suhari keluar dari penjara, ia mengaku baru menyadari bahwa dirinya telah dikriminalisasi. Bahkan mungkin masuk target dalam operasi tersebut.

“Iya, setelah saya jadi tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya, baru menyadari bahwa Sdr Budi berusaha menjegal saya untuk mengungkap kasus pembunuhan Herdi Sibolga yang sedang dilacak Polda Metro Jaya,” tutur Suhari.

Suhari pun menantang penyidik untuk menindaklanjuti tiga laporan itu. Baik dirinya sebagai tersangka, maupun Budi sebagai tersangka.

"Biar pengadilan yang mengungkapkan apa motif Budi melaporkan saya,” tantang Suhari.

BACA JUGA: MSPI Sebut Polda Akan Limpahkan Berkas Perkara Tersangka Budi ke Kejati DKI Jakarta

Suhari mengaku sudah sangat dirugikan secara moril dan terlebih materil akibat perbuatan Budi.

"Kerugian saya cukup besar. Secara moril, iya enam hari saya ditahan di penjara Polda Metro Jaya. Secara materil, enam hari saya tidak bekerja dan tidak menghasilkan uang. Saya dipenjara karena dikriminalisasi,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Penulis: Herlyna

Category: JakartaTags:
author
No Response

Comments are closed.