Terungkap di Persidangan, Polisi dan Jaksa Diduga Hilangkan Dua Saksi Untuk Terdakwa GTB

JPU Eka, SH saat pemeriksaan saksi dan terdakwa Ghan Tiong Bie di PN Jakarta Barat, Senin, (11/10/2021). Limitnews.net/Martini

10/13/2021 10:28:45

JAKARTA - Terungkap di persidangan Polres Jakarta Barat dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) diduga hilangkan dua saksi fakta untuk terdakwa Ghan Tiong Bie alias Tombie Ghani (GTB) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Jl. S. Parman, Jakarta Barat, Senin (11/10/2021).

Kedua saksi itu adalah Anastascha Kartadinata alias Tasya, dan Jerry Rondonuwu alias Jericho (sudah di vonis 1 tahun dan 2 bulan pidana penjara) karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki senjata api (senpi) tanpa hak atau melanggar hukum dan turut serta melakukan penganiayaan terhadap korban David dengan menggunakan Senpi.

Barang bukti berupa dua pucuk Senpi masing-masing jenis Carl Walther kaliber 22 dengan 15 butir peluru tajam kaliber 9 mm, dua selongsong peluru kaliber 9 mm, 6 butir peluru karet, satu butir peluru hampa dan Senpi jenis Zoraki Mod 9.14 dengan dua magazine. Hukuman itu dijatuhkan Ketua Majelis Hakim Setyanto Hermawan, SH, M.Hum dengan hakim anggota Rustiyono, SH, M.Hum dan Novita Riama, SH, MH, di PN Jakarta Barat, Kamis (13/8/2020).

Hilangnya dua Saksi itu terungkap saat dilakukan pemeriksaan saksi untuk terdakwa Ghan Tiong Bie alias Tombie Ghani. Jaksa Penuntut Umum (JPU) EKA dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat hanya menghadirkan  dua saksi yakni Muliyadi alias Hambali, dan Willy Kosasih.

Sementara Anastascha Kartadinata dan Jerry Jericho tidak dijadikan sebagai saksi  terhadap terdakwa Ghan Tiong Bie atas kepemilikan 24 pucuk Senpi berbagai jenis dan ribuan peluru yang disita Polres Jakarta Barat saat melakukan penangkapan pada tanggal 11 dan 12 Februari 2020, dua tahun silam.

Selain Anastascha Kartadinata dan Jerry Jericho yang tidak dihadirkan JPU, sebagai saksi terhadap terdakwa Ghan Tiong Bie juga  terpidana Andreas Sugiharjo Tjendana alias Andreas berkas terpisah (splitsing) dengan berkas perkara terdakwa Ghan Tiong Bie.

sekedar info: Andreas Sugiharjo Tjendana alias Andreas telah dijatuhkan hukuman penjara selama tiga bulan oleh Ketua Majelis Hakim M. Irfan, SH, MH, Sapto Supriyono, SH, MH, dan Sutarno, SH, MH karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki satu pucuk senjata airsoft gun model km-66, dan satu pucuk senjata mimis 4,5 mm, dengan sepuluh butir peluru Cal 554,5. di PN Jakarta Barat, Selasa (15/6/2021), empat bulan silam.

Padahal Senpi yang dimiliki Anastacha Kartadinata dan Jerry Jericho dan Andreas itu berasal dari terdakwa Ghan Tiong Bie. Jadi, ada tiga saksi yang tidak dihadirkan JPU Eka untuk didengarkan kesaksiannya dipersidangan untuk terdakwa Ghan Tiong Bie.

JPU Eka ketika dikonfirmasi terkait tidak dijadikannya terpidana Anastacha Kartadinata dan Jerry Jericho sebagai saksi  usai persidangan mengakui, bahwa keduanya (Anastascha Kartadinata alias Tasya, dan Jerry Rondonuwu alias Jericho) tidak masuk dalam daftar saksi.

“Nama kedua orang itu tidak ada dalam BAP (Berita acara Pemeriksaan) yang dilimpahkan kepolisian (Polres Jakarta Barat-red). Jadi kami tidak tahu itu. Yang tahu kan polisi, kita hanya penerima berkas,” ujar JPU Eka, menjawab pertanyaan wartawan.

JPU Eka mengaku tidak mengetahui kalau awal mula terjadinya penangkapan terhadap terdakwa Ghan Tiong Bie alias Tombie Ghani  berawal dari penangkapan terpidana Anastascha Kartadinata alias Tasya, dan Jerry Rondonuwu alias Jericho berkas terpisah (sudah Divonis bersalah).

"Kita tidak tahu kalau kronologi kejadian seperti itu. Dulu jaksanya Tasya dan Jerry bukan saya," tambah JPU Eka.

Sementara terkait tidak dihadirkan nya terpidana Andreas (berkas terpisah dengan terdakwa Ghan Tiong Bie) untuk diperiksa terhadap terdakwa Ghan Tiong Bie menurut Kasi Intel Kejari Jakarta Barat Edwin karena JPU merasa sudah cukup pembuktiannya dipersidangan sehingga tidak perlu lagi menghadirkan saksi Andreas.

"Dalam sidang perkara Ghan Thiong, saksi Andreas tidak lagi dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi karena PU (Penuntut Umum) sudah merasa cukup dalam pembuktian karena dalam fakta persidangan saksi Mulyadi alias Hambali menerangkan bahwa yang bersangkutan (Andreas) disuruh oleh Ghan Thiong Bie untuk menjual senjata ke Andreas dan Juga saat pemeriksaan Ghan Thiong Bie sebagai saksi untuk terdakwa Mulyadi.  Ghan Tiong mengakui bahwa dia yang menyuruh Mulyadi menjual senjata ke Andreas demikian juga Ghan Tiong dalam pemeriksaannya sebagai terdakwa sudah mengakui bahwa Ghan Tiong yang menyuruh Mulyadi untuk menjual senjata ke Andreas.  Selain itu dalam hal transaksi jual beli  Ghan tiong tidak berjumpa dengan Andreas karena melalui mulyadi," ujar Kasi Intel Kejari Jakarta Barat Edwin  selaku humas kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Terkait pernyataan JPU Eka yang mengatakan tidak tahu kronologi kejadian bahwa penangkapan Ghan Tiong Bie adalah setelah terlebih dahulu di tangkap Anastascha Kartadinata dan Jerry Jericho atas kasus penganiyaan di bantah Direktur Antar Kelembagaan Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Thomson Gultom, sebab menurutnya bahwa MSPI telah mengirimkan tembusan surat konfirmasi ke Polres Jakarta Barat, Kepada Kepala Kejari Jakarta Barat  pada bulan Juni 2020 terkait berkas perkara Ghan Tiong Bie  yang belum dilimpahkan Polres Jakarat Barat ke Kejaksaan.

"Kita mengajukan surat konfirmasi ke Polres Jakarta barat dan mengirimkan tebusan surat ke Kepala Kejari dan juga Kapolda Metro Jaya, mengingat  peristiwa penangkapan tgl 11 dan 12 Februari 2020. Dengan rentang waktu lima bulan yang dikirimkan Polres Jakarta Barat ke Kejaksaan baru SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) atas nama tersangka Ghan Tiong Bie. Sementara berkasnya belum di kirimkan Polres Jakarta Barat untuk dilakukan penelitian oleh Jaksa Peneliti (P16)," ujar Thomson Gultom di Kantornya Gedung Taluson, Jl. RP Soeroso, Menteng Jakarta pusat, Rabu (13/10/2021).

Menurut Thomson Gultom dalam surat itu mempertanyakan apa petunjuk Jaksa peneliti (P16) kepada penyidik kepolisian sehingga penyidik tidak dapat memenuhinya yang mengakibatkan berkas para terdakwa belum dilimpahkan ke kejaksaan. Dan dalan surat itu katanya sangat jelas kronologi kejadian diceritakan yang berawal dari perkara penganiayaan oleh tersangka  Anastascha Kartadinata alias Tasya dan Jerry Rondonuwu alias Jericho menggunakan Senpi terhadap korban David.

Setelah adanya surat konfirmasi dari MSPI ke Polres Jakarta Barat baru kemudian melimpahkan berkas perkara tersangka Anastascha Kartadinata dan Jerry Rondonuwu alias Jericho oleh Penyidik Polres Jakarta Barat ke Kejaksaan Jakarta Barat.

Sesuai fakta: Sebelumnya ke enam tersangka masing-masing: 1. Anastascha Kartadinata alias Tasya (AK), 2. Jerry Rondonuwu alias Jericho (JR), 3. Ghan Tiong Bie alias Tombie Ghani (GTB), 4. Willy Kosasih (WK), 5. Muliyadi alias Hambali (MH) dan 6. Andreas Sugiharjo Tjendana alias Andreas (AST), ditangguhkan penahanan dari tahanan Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Polres Jakarta Barat menjadi tahanan Kota.

Ke-enam tersangka tersebut sempat ditahan Polres Jakarta Barat dan kemudian dialihkan penahanan dengan alasan subjektif Kapolres Kombes Pol Audi: mencegah penyebaran Covid-19 sehubungan para tersangka sudah usia lanjut.

 (Inisial dalam kurung dibelakang nama tersangka adalah nama atau inisial para tersangka saat presrelis Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Jakarta Barat. Berita dapat diupload di google dengan judul: "Polisi Tangkap 6 Orang Terkait Kepemilikan 24 Senpi").

Dan selanjutnya Anastascha Kartadinata dan Jerry Rondonuwu alias Jericho di vonis 14 bulan pidana penjara oleh hakim. Padahal sebelumnya JPU menuntut terdakwa Anastascha Kartadinata dan Jerry Rondonuwu alias Jericho selama 2 tahun oleh JPU M. Akbar, SH. Dalam hal ini JPU tidak melakukan upaya hukum banding padahal putusan hakim itu belum  2/3 (dua pertiga) dari tuntutan JPU M. Akbar. Dua pertiga dari dua tahun adalah 16 bulan.

Dalam Dakwaan JPU, berkas perkara Anastascha Kartadinata dan Jerry Rondonuwu alias Jericho juga berdiri sendiri tidak ada splitannya seperti contoh: ke tersangka Ghan Tiong Bie selaku pemilik asal dari dua pucuk senpi yang digunakan Anastacha Kartadinata dan Jerry Jericho menganiaya David.

Selanjutnya tambah Thomson, Berkas perkara tersangka Ghan Tiong Bie alias Tombie Ghani, Willy Kosasih, Muliyadi alias Hambali (MH) dan Andreas Sugiharjo Tjendana alias Andreas dilimpahkan Penyidik Polres Jakarta Barat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat setelah adanya Laporan MSPI ke Propam Mabes Polri pada 29 April 2021.

"Jadi perjalanan Berkas perkara Ghan Tiong Bie cs ke penuntutan sangat panjang dan penuh liku. Mungkin ada 'badai' yang dahsyat menghalangi di perjalanan sehingga begitu sulitnya berkata perkara itu sampai ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang jika dihitung jaraknya hanya 5 km," ungkap Direktur Antar Kelembagaan MSPI itu.

Dia menambahkan bahwa jikalau JPU mengatakan tidak tahu kronologi kejadian. "Bohong kalau Kejaksaan tidak tahu! Dalam surat jelas diuraikan kronologi kejadian dan bahkan dalam surat itu juga diurai terkait adanya dugaan penerimaan uang dari tersangka ke Polres Jakarta Barat bahwa uang itu diduga sebagai jaminan penahanan dan atau upaya untuk tidak melanjutkan perkara sampai kepenuntutan,"  ujar Thomson Gultom membantah pernyataan JPU Eka.

Terkait surat konfirmasi dugaan Polres Jakarta Barat penerimaan uang miliaran dari tersangka tidak pernah dijawab Polres Jakarta Barat, atau membantahnya melalui Surat ke MSPI . Tetapi justru SP2HP2 Propam Polri yang menjawab.

Dia menilai ada sejumlah kejanggalan pada proses pemeriksaan kasus terdakwa Ghan Tiong Bie. Dimana sejumlah saksi tidak di hadirkan ke persidangan pada hal saksi itu adalah saksi fakta (kunci) dalam peristiwa transaksi jual beli 24 senpi tersebut.

"Seharusnya JPU Eka baik penyidik Polres Jakarta Barat menjadikan Anastascha Kartadinata dan Jerry Rondonuwu alias Jericho sebagai saksi terhadap perkara Ghan Tiong Bie dan begitu juga sebaliknya Ghan Tiong Bie menjadi saksi terhadap perkara Anastascha dan Jericho, karena terbongkarnya penjualan Senpi ilegal tersebut berawal dari penganiayaan yang dilakukan Anastacha dan Jerry Jericho yang menggunakan Senpi yang berasal dari Ghan Tiong Bie.Dalam kasus penganiyaan itu Anastacha dan Jerry Jericho ditangkap polisi. Dari hasil pengembangan penyidikan polisi diketahui bahwa 2 senpi milik Anastacha dan Jerry Jericho dibeli dari Ghan Tiong Bie," ucap Thomson mengungkapkan kronologi kejadian.

Dia menambahkan, dengan tidak dijadikan nya Anastacha Kartadinata dan Jerry Rondonuwu alias Jericho maka jumlah sepi dan peluru yang menjadi barang bukti terdakwa Ghan Tiong Bie akan berkurang. "Oleh karena itu hakim pun tentunya punya pertimbangan lain lagi dengan berkurangnya barang bukti. Karena jumlah barang bukti akan mempengaruhi tinggi rendahnya vonis hakim," tutupnya.

 

Penulis: Martini

Category: Jakarta

limitnews
No Response

Comments are closed.