Sabtu, 19 Oktober 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Tidak Jelas Perbuatan, Advokat Aji Mizrad: Silvi Minta Dibebaskan
Posted By: limitnews, 7:22 AM, 25 September 2019

Tidak Jelas Perbuatan, Advokat Aji Mizrad: Silvi Minta Dibebaskan

Share

limitnews.net

Suasana sidang persidangan di PN Jakarta Pusat. Tomson/limitnews.net

JAKARTA I LIMITNEWS.NET – “Majelis Hakim Yang Mulia, kalau tuntutan dan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap saudara terdakwa II, sudah benar sesuai fakta persidangan,” demikian dikatakan Advokat Aji Mizrad selaku penasehat hukum terdakwa I Silvi Hartanto membuka pembacaan pledoi/pembelaannya.

Menurutnya, apa yang didakwakan JPU kepada kliennya tidak terang benderang seperti yang didakwakan kepada terdakwa II. 

“Majelis yang mulia, JPU tidak menjelaskan secara terang benderang perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan klien kami.  Apakah perbuatan saat datang kekantor Terdakwa advokat Albert Tiensa, atau saat datang kekantor saksi Piping Mulia Pribadi, atau saat mendatangi kantor kelurahan Kemayoran,” ucap Aji Mizrad mempertanyakan dakwaan dan tuntutan JPU terhadap kliennya.

Mizrad mempertanyakan sejumlah saksi yang tidak dijadikan terdakwa dipersidangan.

“Terdakwa Silvi Hartanto mendatangi kantor advokat Albert Tiensa bersama Lina Miranti, Helen Hetty dengan maksud minta bantuan hukum atas perkara Lina Miranti yang saat itu telah menjadi tersangka. Dalam percakapan itu dibuatlah surat 14 April 2016 dan yang mengetik adalah saksi FX Benny. Apakah di sini perbuatan pidana itu? Atau pada saat Albert Tiensa, FX Benny dan Albert Tiensa mendatangi Piping Mulia Pribadi ke kelurahan Paseban, atau disaat Albert Tiensa dan Silvi Hartanto mendatangi kantor lurah Kemayoran ketemu dengan Bangun Malau?,” tanya Mizrad.

Oleh karena tidak dijelaskan perbuatan secara terang benderang locus delicti dan Tempus delicti maka Aji Mizrad memohon kepada Majelis Hakim supaya menolak Tuntutan JPU terdakwa Silvi Hartanto dari segala tuntutan hukum sebagaimana dakwaan dan tuntutan JPU.

“Jika klien kami dihukum maka secara bersama-sama Majelis yang mulia juga harus menghukum, 1, Lina Miranti, Helen Hetty dan FX Benny. Karena apa yang didakwakan JPU ketiga saksi lainnya bersama sama dengan terdakwa Silvi Hartanto,” tegas Mizrad.

Terkait pledoi penasehat Terdakwa Silvi Hartanto itu, Maidarlis berserah kepada hakim. “Hakim dapat menilai keterlibatan Terdakwa Silvi Hartanto pada proses pembuatan surat 14 April 2016. Sumber hingga isi surat tidak sesuai dengan isi surat 31 Maret 2015. Kesepakatan bahwa rumah di Jl. Kepuselatan itu harta bersama. Tetapi dalam surat 14 April itu isinya sudah berubah menjadi: “Bahwa rumah itu adalah milik Herman Hartanto dan hanya meminjam nama: nama Shinta Hartanto,” ujar Maidarlis. (Tom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz