‘Wajah Buruk’ Pelabuhan Muara Kapan Berubah?

200




Kondisi Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (15/72022). Limitnews/Herlyna

07/16/2022 08:34:24

JAKARTA - Sepeninggalan banjir Rob, Kamis 14 Juli 2022, pada hari Jumat, 15 Juli 2022 ‘wajah buruk’ Muara Baru Center (MBC), Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta atau Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta Utara cukup memprihatinkan.

Sisa banjir meninggalkan sampah yang cukup besar yang terdiri dari beragam jenis sisa pembuangan membuat suasana pemandangan terganggu dan sangat menjijikan. Lalu sampai kapankah kondisi ini terjadi? Sampai kapankah pengguna gedung MBC bertahan? Sampai kapankah ada kepedulian PT Perindo (Persero) terhadap situasi itu?

BERITA TERKAIT: Pelabuhan Muara Baru Masih Tetap Banjir, di Mana PT Perindo?

Pelaku Usaha membayar pemeliharaan sarana Prasarana ke PT. Perindo. Lalu pungutan oleh PT. Perindo tersebut untuk apa?

Menurut Direktur Hubungan Antar Kelembagaan Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Thom Gultom, bahwa tata kelola kepelabuhanan sudah tidak ada. Bangunan-bangunan baru bertengger di pelabuhan yang diduga sudah tidak sesuai tata ruang kota dan tata ruang wilayah yang membuat semrawut nya Pelabuhan.

Pengalihan fungsi fasilitas umum seperti taman, parkir menjadi gudang/pabrik telah merubah suasana menjadi semrawut.

"Berulangkali kita membuat surat konfirmasi ke PT. Perindo (Persero) terkait buruknya sara/prasarana yang ada di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta tetapi tidak pernah digubris," ujar Thom Gultom menanggapi kondisi kekinian PPS Nizam Zachman Jakarta, Sabtu (16/7/2022).

Bahkan dia mengatakan bahwa teriakan para pengusaha yang menggunakan sarana/prasarana di PPS Nizam Zachman Jakarta pun sudah sampai ke anggota dewan di Senayan, tetapi tanggapan anggota dewan DPR-RI dari Senayan itu tak digubris oleh PT. Perindo.

Diapun menilai bahwa PT Perindo tidak bertanggungjawab terhadap hak dan kewajibannya. Sehingga dia bertanya: Apakah Menteri BUMN Erik Tohir tidak pernah menerima laporan terkait kondisi Pelabuhan Perikanan Muara Baru itu.

BERITA TERKAIT: Kolam Dermaga Dipenuhi Sampah, MSPI Pertanyakan Anggaran Kebersihan Pelabuhan Muara Baru

Thom Gultom mengatakan bahwa para pengusaha sudah bosan menyampaikan keluhannya.

"Saat ini para pengusaha sudah apatis, tak mau lagi menyampaikan pendapatnya. Karena menurut mereka apapun yang disampaikan melalui rapat-rapat PT Perindo bersama stakeholder kepelabuhanan tidak pernah ada realisasi. dan itu sudah bertahun tahun," ujar Thom Gultom mengisahkan keluhan para pengusaha.

Penulis: Herlyna

Category: JakartaTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.