Warga Serasa Mau Mati Akibat Bahan Kimia PT Mahkota Indonesia Racuni Udara

Atas: Manager PT Mahkota Indonesia Suparman. Bawah: Warga yang terdampak limbah, Senin (5/6/2023). Limitnews/Herlyna

06/06/2023 13:05:05

JAKARTA – Pasca ratusan warga mendemo PT. Mahkota Indonesia, Minggu, 4 Juni 2023 malam, akibat asap hitam yang keluar dari cerobong pembuangan asap perusahaan yang memproduksi bahan kimia meracuni udara.

“Saya waktu itu sudah serasa mati. Semua yang ada dalam perut keluar dimuntahkan ditambah nafas yang menyesakkan. Makanya waktu warga menggeruduk ke perusahaan saya sudah lemas disini,” kata Agus ketika diwawancarai di lokasi kerjanya memulung biji besi yang bersebelahan dengan PT. Mahkota Indonesia, Senin (5/6/2023).

BERITA TERKAIT: Dituding Cemari Lingkungan, Ratusan Warga Demo PT Mahkota Indonesia

Apa yang dikatakan Agus demikian juga disampaikan Pak Udin yang mengelola lokasi pembuangan biji besi.

“Kalau disuruh lompat pagar sekarang saya ngga berani pak. Tapi tadi malam karena sudah menyesakkan nafas, saya langsung lompat pagar itu. Sudah mau keluar ke mulut semua isi perut. Ehhh ternya dilokasi (PT Mahkota Indonesia) orang orang sudah ribut mendorong-dorong pintu pagar sudah hampir rubuh. Akhirnya Satpam membuka gerbang. Rupanya bau itu lebih tipis dilokasi Pabrik, sementara keluar dari kawasan pabrik baunya luar biasa menyengat,” ujar Udin menambahkan cerita Agus.

Sementara Amonang Pangaribuan mengatakan bahwa perusahaan itu sudah pernah diperingatkannya melalui surat.

“Bau seperti ini sudah sering kita peringatkan. Saya sudah pernah mengirimkan surat terguran secara resmi dari lembaga LSM ABRI, tapi kali ini terulang lagi. Saya sendiri beserta anak cucu sudah kerumah sakit berobat. Semua kerumah sakit berobat malam itu,” ujar Amonang Pangaribuan yang juga tinggal bersebelahan dengan PT. Mahkota Indonesia.

Amonang mengaku malam itu masih dapat mengatasi massa yang mulai beringas.

“Sudah ada yang lempar batu. Untungnya satpam itu bilang: bawa berobat yang sakit, nanti diganti perobatannya sama perusahaan. Akhirnya massa mengendor. Tetapi bukan biaya perobatan yang kami tuntut, Dirut perusahaan harus buat pernyataan dihadapan warga bahwa peristiwa seperti itu jangan terulang lagi. Warga sudah rela berobaat sendiri-sendiri,” tegas Amonang Pangaribuan sebagai orang yang dituakan dilokasi tersebut. 

Sementara salah satu Manager PT. Mahkota Indonesia yang bernama Suparman mengatakan bahwa terjadinya peristiwa itu sudah merugikan perusahaannya.

“Maaf pak, itu sebebanranya asap (Acid) yang keluar dari cerobong bukan limbah tetapi justru itulah hasil produksi. Tetepi karena mungkin kesalahan tehnis hasil produksi itu menjadi terbuang sehingga perusahaan dirugiakan,” ujar Suparman.

Hal itu langsung dibantah Amonang Pangaribuan dihadapan  Suparman.

“Peristiawa ini sudah sering terjadi. Saya sendiri sudah pernah memperingatkan melalui surat. Jadi bagaimana pertanggungjawaban anda terhadap pengobatan orang-orang yang berobat itu?” tantang Amonang, yang diawab: “Silahkan tunjukan kwitansi pegobatan biar kita laporkan ke pimpinan,” kata Suparman.

BACA JUGA: Obral TKK Rp 50 Juta, ST Dilaporkan Tindak Pidana Penipuan

Suparman mengaku jika laporan itu sampai ke bosnya maka pekerja yang membuang asap hasil produksi itu bisa di sanksi.

Dari pantauan media ini pejabat terkait terlihat anteng-anteng saja tidak ada yang mendatangi lokasi kejadian. Termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup. Warga menuding bahwa pejabat terkait terkesan sudah diamankan.

 

 

 

Penulis: Herlyna              

RELATED POSTS
FOLLOW US