Kejari Periksa Pejabat Karawang Terkait Revitalisasi Pasar

912







KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Jabar, memeriksa sejumlah pejabat pemerintah daerah setempat terkait kasus dugaan korupsi revitalisasi pasar tradisional bantuan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah senilai Rp 900 juta, Kamis (19/1).

"Ada sepuluh saksi yang kami periksa. Mereka dimintai keterangan seputar revitalisasi pasar tradisional Tanjung Bungin, Kecamatan Pakisjaya," kata Kepala Seksi Pidsus Kejari Karawang, Titin Herawati Utara.

Mereka yang diperiksa di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kabid Bina Usaha Koperasi dan sejumlah pengurus Koperasi Serba Usaha Damai Sentosa yang menjadi penerima bantuan hibah revitalisasi pasar dari kementerian.

"Sepuluh yang kami periksa ini merupakan saksi penting untuk mengumpulkan keterangan serta menguatkan bukti pengungkapan kasus," ujarnya.

Dalam pemeriksaan itu, masing-masing saksi mendapatkan 14 pertanyaan seputar fungsi mereka dalam pengelolaan anggaran hibah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah senilai Rp 900 juta itu.

Ia mengatakan, di Karawang ada empat pasar tradisional yang mendapatkan dana revitalisasi pasar dari Kementerian Koperasi dan UKM, dengan nilai bantuan masing-masing pasar sebesar Rp 900 juta.

Pasar-pasar tersebut ialah Pasar Tanjungbungin, Pasar Batujaya, Pasar Gempol serta Pasar Sumurgede. Dalam pemeriksaan, pihak Kejari menemukan adanya pelanggaran hukum saat pembangunan Pasar Tanjungbungin yang merugikan negara.

Pembangunan ulang pasar itu dilakukan tidak sesuai dengan spek yang tercantum rencana anggaran biaya. "Untuk kerugian negara dalam kasus ini, kami belum dapat mengungkapkannya," kata Titin.

Ia mengaku sudah melakukan pemeriksaan selama dua pekan. Diharapkan akan segera dilakukan penetapan tersangka dalam kasus tersebut. (DS/SS)

Category: Karawang
author
No Response

Comments are closed.