Almas Gugat Denny Indrayana Rp 500 Miliar

Almas Tsaqibbirru (kiri), Denny Indrayana (kanan). Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Almas Tsaqibbirru menggugat pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana sebesar Rp 500 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Gugatan anak dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu terkait dengan tindakan melanggar hukum dan telah didaftarkan dengan nomor perkara 4/Pdt.G/2024/PN Bjb pada Senin, 29 Januari 2024.

Kuasa hukum Almas, Arif Sahudi membenarkan gugatan tersebut, dan telah didaftarkan.

“Tergugat [Denny Indrayana] tidak pernah mampu membuktikan, menyertakan dengan data, fakta, ataupun bukti atas pernyataan tergugat,” bunyi gugatan Almas.

BACA JUGA: Cucu Bung Karno: Pakde Guntur Harus Lebih Banyak Lagi Belajar Pemikiran Kakek Saya Bung Karno

Juru Sita PN Banjarbaru, Hery Mukti, bahkan telah mengirim surat panggilan kepada tergugat, Denny Indrayana, untuk hadir dalam sidang perdana pada Selasa, 6 Februari 2024 pukul 09:00 WITA.

Dalam surat gugatan yang ditandatangani oleh kuasa hukum Almas, Arif Sahudi, pada Senin, 29 Januari 2024, Denny Indrayana dituduh telah menyebabkan kerugian material dan immaterial kepada kliennya sejumlah Rp 500 miliar.

Gugatan ini berasal dari video yang diunggah oleh Denny Indrayana di YouTube dengan judul thumbnail ‘Polemik Trijaya FM: Konsekuensi Putusan MKMK.’

Almas juga menyoroti tulisan di Gatra.com dengan judul ‘Dugaan Mega Skandal Politik Keluarga Presiden Jokowi, Denny Indrayana: Indikasi Kejahatan Terencana’ dan tulisan di SINDOnews.com yang berjudul ‘Mantan Wamenkumham Berharap MKMK Bisa Batalkan Putusan Usia.’

Arif menyatakan bahwa Denny Indrayana telah menuduh Almas Tsaqibbirru terlibat dalam kejahatan terorganisasi dan terencana setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi yang diajukan oleh anak Boyamin Saiman terkait batas usia calon presiden dan wakil presiden.

Dengan pengabulan uji materi tersebut, Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi, dapat maju sebagai cawapres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Arif menegaskan bahwa penggugat tidak terlibat dalam tuduhan tersebut dan tidak pernah terbukti dalam putusan mana pun.

Akan Gugat Balik

Sementara itu, Denny Indrayana mengatakan akan menggugat balik.

“Saya mendapatkan salinan gugatannya dan panggilan untuk bersidang di PN Banjarbaru pada Selasa, 6 Februari 2024. Atas gugatan perbuatan melawan hukum tersebut, tentu akan saya hadapi, dan melakukan gugatan balik,” kata Denny lewat siaran pers, Kamis (1/2/2024).

BACA JUGA: Ini Alasan Ormas GIBAS Kota Bekasi Deklarasi Dukung Calon Anggota DPR RI Nofel Saleh Hilabi

Denny mengatakan, dirinya menyadari banyak pihak menyoal permohonan Almas Tsaqibbiru yang menjadi pintu masuk Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres pada Pilpres 2024.

“Dengan membaca permohonan Almas, Putusan 90, Putusan MKMK, pemberitaaan media massa termasuk investigasi Majalah Tempo, mengindikasikan bukan hanya ada pelanggaran etika berat yang dilakukan Paman Anwar Usman dalam skandal Mahkamah Keluarga-Gate, namun juga indikasi adanya kejahatan yang terorganisir. Jika pandangan saya itu digugat hingga Rp 500 miliar, bukan saja gugatan ini absurd dan lucu, tetapi juga modus pembungkaman atas kebebasan berpendapat,” jelas Denny.

 

Penulis: Redaksi

RELATED POSTS
FOLLOW US