Bebas Bersyarat, Mantan Komisioner KPU Harap KPK Tangkap Harun Masiku

Posted by : limitnew 28 Desember 2023 Tags : Harun Masiku , KPK , Wahyu Setiawan
Wahyu Setiawan saat ditahan KPK. Kini mantan Komisioner KPU itu telah bebas bersyarat. Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan berharap buronan Harun Masiku segera ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu disampaikan Wahyu saat menghadiri panggilan KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 dengan tersangka Harun Masiku.

“Ya kita semua berharap Harun Masiku segera ditangkap, termasuk saya,” kata Wahyu sebelum diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/12/2023).

BERITA TERKAIT: MAKI Nilai Buronan Harun Masiku Terindikasi Jadi Alat Sandera Politik

Wahyu mengatakan, bahwa dirinya sudah menjalani hukuman penjara atas kasus suap terkait PAW untuk Harun Masiku. Wahyu kini telah bebas bersyarat sejak 6 Oktober 2023.

“Saya sudah bebas bersyarat tanggal 6 (Oktober) jadi saya sudah menjalani tanggung jawab saya, saya bertanggung jawab atas apa yang sudah saya lakukan dan saya mendapatkan bebas bersyarat berdasarkan peraturan perundang-undangan. (Masih bimbingan dengan Bapas semarang) masih,” ucapnya.

Yakin KPK Tangkap Harun Masiku

Terpisah, m​​​​​antan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap yakin Harun Masiku akan ditangkap KPK secepatnya.

“KPK sudah mulai menemukan kotak pandora dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap Wahyu Setiawan, eks Komisioner KPU yang ternyata sudah bebas bersyarat,” kata Yudi dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (28/12/2023).

Menurut Yudi, pemeriksaan Wahyu Setiawan tentu akan fokus mengenai keberadaan Harun Masiku ataupun mencari petunjuk lain dari keterangan Wahyu Setiawan yang bisa digunakan oleh penyidik untuk mencari keberadaan Harun Masiku.

Yudi menilai Harun Masiku sudah terlalu lama menjadi buron, padahal bila tidak buron tentu dia sudah bebas.

“Buktinya Wahyu Setiawan sebagai penerima uang suap saja sudah bebas bersyarat, padahal hukumannya tujuh tahun penjara. Sementara Harun Masiku sebagai pemberi tentu lebih rendah karena maksimal ancamannya penjara hanya lima tahun saja,” ujar Yudi.

BACA JUGA: Pemkot Bekasi dan BUMD Nihil Pegawai dari Kaum Disabilitas

Yudi menyatakan bahwa sudah tepat, Ketua KPK sementara Nawawi Pomolango memprioritaskan penangkapan Harun Masiku sebagai upaya meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat kepada KPK setelah menurun akibat Ketua KPK non aktif Firli Bahuri menjadi tersangka dalam kasus korupsi.

“Sebab sudah hampir empat tahun Harun Masiku Buron tentu dia membutuhkan logistik, uang, dan tempat tinggal semasa pelarian itu,” jelasnya.

Seperti diketahui, Harun Masiku ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) sejak 17 Januari 2020 dalam perkara dugaan pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara terkait dengan penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US