Berhasil Untuk Jokowi, Contekan Tom Lembong Senjata Makan Tuan Untuk Cak Imin

Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar dan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka. Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Tom Lembong akhirnya angkat bicara dan mengakui 7 tahun membuat contekan, menulis pidato dan materi acara untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan hal itu harus diakui suatu keberhasilan.

Tapi contekan Tom Lembong bagai senjata makan tuan untuk calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ketika dipatahkan oleh Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra Jokowi saat debat cawapres, Minggu (21/1/2024) malam.

BACA JUGA: Ratusan Relawan Jokowi Deklarasi Dukung PSI

Bermula pada sesi tanya jawab antar cawapres, Cak Imin pasangan calon nomor urut 1 memberikan pertanyaan soal potensi kawasan bioregional kepada cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka. Namun setelah Gibran menjawab pertanyaan tersebut, Cak Imin mengatakan bahwa pertanyaanya tidak terjawab sama sekali.

“Pertanyaan saya tidak terjawab sama sekali, karena Undang-undang kita juga dinyatakan potensi bioregional kita itu adalah bahwa wilayah nasional kita bukan terbagi, bukan saja karena politik dan administrasi, tetapi ekosistem lingkungannya ada,” kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin, komunitas masyarakat yang tumbuh juga menjadi pertimbangan. Contohnya, Maluku dengan kekuatan maritimnya. Maluku menjadi bioregional untuk pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan.

Merespon pernyataan Cak Imin. Gibran menganggap jika jawaban yang ia paparkan tidak dimengerti oleh Cak Imin itu sendiri. Bahkan Gibran menyebut bahwa Cak Imin tidak paham dengan pertanyaan yang diajukan Cak Imin itu sendiri.

“Menumbuhkan titik ekonomi baru, itukan sudah saya jawab Gus, mungkin Gus Muhaimin juga tidak paham dengan pertanyaan yang diberikan kepada saya,” ujar Gibran saat debat cawapres.

Kemudian Gibran menyindir jika pertanyaan yang Cak Imin lontarkan adalah contekan dari seseorang bernama Tom Lembong.

“Mungkin itu dapat contekan dari bapak Tom Lembong,” ucap Gibran menanggapi pernyataan dari Cak Imin.

Gibran Tanya LFP

Setelah itu, Gibran kembali bertanya mengenai pandangan Cak Imin mengenai pemanfaatan nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik. Sebab, Timnas AMIN yakni Thomas Lembong selama ini terus menggaungkan penggunaan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP) untuk kendaraan listrik tanpa nikel.

“Akan saya gunakan apabila pertanyaannya belum jelas. Bagaimana gus? Saya jelaskan juga gak papa? lithium ferro phosphate. Itu sering digaungkan pak Thomas Lembong itu,” kata Gibran.

Merespon hal tersebut, Cak Imin pun berpandangan bahwa dalam berdiskusi semua ada etikanya. Termasuk diskusi dalam debat Cawapres malam ini.

“Di sini bukan tebak-tebakan defisnisi bukan tebak-tebakan singkatan kita levelnya policy dan kebijakan, prinsipnya sederhana semua kembali pada etika,” balas Cak Imin.

BACA JUGA: Pasca Putusan Bawaslu, Forkim Sebut Ada Perencanaan Kejahatan Demokrasi

Ia pun kembali menyinggung soal etika lingkungan seperti yang dia sampaikan sebelumnya. Misalnya dalam proses eksploitasi kegiatan tambang.

“Keseimbagan itu tidak bisa ditawar agar keberlanjutan dan melibatkan semua pihak agar tidak ada yang tertinggal, sehingga produksi yang dimunculkan dari tambang lithium apapun tidak sembrono dan tidak sewenang-wenang bahkan yang lebih parah lagi tidak mempertimbangkan lingkungan dan keberlanjutan,” kata dia.

 

Penulis: Redaksi

RELATED POSTS
FOLLOW US