Budiman Sudjatmiko Ingatkan Aktivis Ada Kepentingan Asing Tidak Ingin Indonesia Maju

Posted by : limitnew 12 Februari 2024 Tags : Budiman Sudjatmiko , Budiman Sudjatmiko Ingatkan Aktivis
Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko. Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Eks aktivis yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko mengingatkan para aktivis untuk tidak terlibat kepentingan pihak asing yang tidak menginginkan bangsa Indonesia menjadi bang yang maju.

“Jika kita belajar comparative politics, geopolitik, dan sejarah, kita akan paham narasi dan plot standar yang mereka jalankan sekarang ini. Mereka sedang berupaya menghambat keberlanjutan pembangunan bangsa kita,” kata Budiman Sudjatmiko kepada wartawan, Minggu (11/2/2024).

BACA JUGA: Jelang Pencoblosan, Lima Purnawirawan Jenderal TNI Dukung PSI

Budiman mencontohkan hal yang terjadi di Amerika Latin. Negara tersebut sudah puluhan tahun menikmati demokrasi liberal namun tidak pernah mendapatkan keberlanjutan pembangunan.

“Amerika Latin adalah contoh yang jelas. Setiap pemimpin di sana tidak sempat mematangkan agenda ekonomi politiknya, karena selalu diganti dengan kubu di seberangnya. Dengan alih-alih perubahan, pemimpin baru selalu meniadakan, atau menghilangkan warisan pemimpin sebelumnya,” ungkap Budiman.

“Akibatnya, belum matang sudah berubah lagi haluannya, padahal transformasi butuh satu bahkan dua generasi. Akhirnya mereka terjerembab sebagai negara-negara yang berpendatan menengah,” sambung Budiman.

Untuk itulah, imbau Budiman agar para aktivis di Indonesia sebaiknya tidak ikut terjebak dalam kepentingan asing tersebut. Sebab katanya, aktivis seharusnya menjunjung kepentingan demokrasi.

“Saya tidak meragukan banyak aktivis yang benar-benar mencintai bangsa ini dengan nurani dan nalar yang independen. Namun saya dalam posisi mengingatkan, ada kepentingan asing yang mengerucut dalam Pemilu saat ini terutama terkait hilirisasi, dan mencegah keberlanjutan pembangunan,” tegas dia.

“Jadi saya mengimbau bahwa para aktivis agar tidak ikut-ikutan agenda asing. Seringkali ini juga tidak disadari bahwa sebenarnya ada sebagian aktivis yang sedang membela kepentingan asing. Masyarakat juga kita imbau agar berhati-hati, terutama kepada agenda yang didanai oleh asing. Agenda aktivis harus mengaitkan demokrasi dengan keadilan sosial, keadilan global dan dengan kemajuan,” jelas Budiman menambahkan.

BACA JUGA: Prabowo-Gibran dan Partai Koalisi Paling Konsisten Lanjutkan Program Jokowi

Lebih lanjut, Indonesia kata Budiman, berkesempatan memiliki keberlanjutan pembangunan dengan adanya komitmen Prabowo Subianto yang akan melanjutkan program Presiden Jokowi. Tetapi hal itu bisa saja terhalangi.

“Negara berkembang tak dibolehkan punya pemimpin yang berani, cerdas dan strategis sekaligus. Kalau sudah ada yang terlanjur cerdas, mereka akan usahakan jangan berani; kalau sudah ada yang berani, usahakan jangan cerdas. Jika sudah terlanjur cerdas dan berani, usahakan jangan strategis berpikirnya,” ungkapnya.

“Dan tahun 2024 ini, kita memiliki kesempatan untuk tidak hanya memiliki pemimpin yang berkomitmen pada keberlanjutan pembangunan, namun juga pemimpin yang berani, cerdas, dan strategis cara berpikirinya. Kesempatan tak akan datang lagi, ini harus kita ambil,” kata dia mengakhiri.

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US