Densus 88 Awasi Lima Warga Indonesia Diduga Fasilitator Keuangan ISIS




Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo. Limitnews.net/Istimewa

05/11/2022 12:46:04

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan pengawasan terhadap 5 orang warga negara Indonesia yang dijatuhkan sanksi oleh Amerika Serikat (AS) yang disebut sebagai jaringan fasilitator keuangan ISIS yang beraktivitas di Indonesia, Suriah dan Turki.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, pihaknya mengatakan telah mendapatkan identitas kelima orang tersebut, dua di antaranya pernah diproses hukum di Indonesia oleh Densus 88 Antiteror Polri.

"Yang diproses hukum di Indonesia oleh Densus 88 ada dua orang," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/6/2022).

BERITA TERKAIT: AS Jatuhkan Sanksi Lima Warga Indonesia Diduga Fasilitator ISIS

Dedi mengatakan, bahwa dua orang tersebut, yakni Ari Kardian, status sudah dibebaskan terkait kasus memfasilitasi pengiriman orang ke Suriah.

"Ari dua kali diproses hukum, hukuman pertama dan yang kedua itu selama 3 tahun," kata Dedi.

Kemudian, Rudi Heriadi tahun 2019 pernah divonis 3,5 tahun, dan baru bebas karena deportasi dari Suriah.

Adapun dua orang lainnya, berjenis kelamin perempuan bernama Dwi Dahlia Susanti dan Dini Ramadani, kata Dedi, diyakini berada di Suriah.

"Dua perempuan ini diyakini kuat saat ini berada di Syria (Suriah), diketahui dari dokumen perjalanannya," ungkap Dedi.

BACA JUGA: KPK Rilis Harta Kekayaan Enam Gubernur

Untuk satu orang lainnya, lanjut Dedi, bernama Muhammad Dandi Adiguna, diperoleh informasi berada di Suriah.

"Berdasarkan keterangan ayahnya, Muhammad Dandi Adiguna sudah di luar negeri mungkin juga di Suriah," ujar Dedi.

Dedi menambahkan, Densus 88 Antiteror Polri sudah melakukan pemantauan terhadap kelima orang tersebut.

Khusus untuk yang berada di luar negeri, Hubinter NCB Polri bekerja sama dengan Interpol luar negeri tempat fasilitator itu diduga menetap.

"Densus sudah melaksanakan pemantauan terus ke-5 WNI tersebut. Khusus yang diduga masih berada di luar negeri akan dikomunikasikan antara Hubinter NCB dengan interpol di negara-negara yang diduga tempat WNI tersebut," kata Dedi.

 

Penulis: Tomson

Category: NASIONAL
limitnews
No Response

Comments are closed.