Fadli Zon Ungkap Tiga Pakar Hukum Film ‘Dirty Vote’ Pernah Jadi Tim Mahfud Md

Posted by : limitnew 12 Februari 2024 Tags : Dirty Zone , Fadli Zon Ungkap Tiga Pakar Hukum
Anggota DPR RI Fadli Zon. Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Anggota DPR RI Fadli Zon mengungkapkan bahwa tiga pakar hukum dalam film dokumenter ‘Dirty Vote’ pernah menjadi bagian dari tim Percepatan Reformasi Hukum di bawah eks Menko Polhukam, Mahfud Md.

Mahfud Md sempat membuat tim percepatan reformasi hukum di Kemenko Polhukam. Nama pakar seperti Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar hingga Feri Amsari masuk ke dalam kelompok Kerja Reformasi Sektor Peraturan Perundang-undangan yang diketuai oleh Susi Dwi Harijanti.

“Termasuk saya mention juga di X gitu, ternyata dulunya adalah tim Pak Mahfud, ya nggak ada masalah juga, ini sebuah kebetulan yang presisi saya bilang. Nggak ada masalah kita sih, tapi sesungguhnya kalau kita percaya kepada kedaulatan rakyat serahkanlah pemilu ini kepada rakyat,” kata Fadli Zon di Gedung DPR RI, Senin (12/2/2024).

BACA JUGA: Budiman Sudjatmiko Ingatkan Aktivis Ada Kepentingan Asing Tidak Ingin Indonesia Maju

Fadli Zon mempertanyakan mengapa dokumenter tersebut dipublikasikan saat masa tenang. Ia menilai ada maksud politis dari film ‘Dirty Vote’ itu.

“Harusnya dilakukan nggak usah dipas-pasin jadi kesannya itu memang politis, menunggu momentum politis. Nah, harusnya jauh-jauh hari dong kalau mau lakukan edukasi dan literasi. Kenapa nggak di masa kampanye? kenapa nggak dari sebulan yang lalu, kenapa nggak dari 2 bulan yang lalu?,” Kata Fadli.

“Kenapa harus menunggu momen di masa tenang, itu kan tidak bijak gitu, kalau menurut saya padahal kritik itu biasa-biasa aja saya mengkritik udah 3 pemilu belakangan ini nggak ada apa-apanya kritik mereka dengan kritik saya dulu,” sambungnya.

BACA JUGA: Ahok Berkoar-koar, Veronica Tan Unggah Foto Bareng Iriana Jokowi

Fadli Zon menganggap kritik tersebut bagus untuk mengawal demokrasi. Meski demikian, ia mempertanyakan mengapa kritikan baru diungkap sekarang jelang pemungutan suara.

“Ini masukan-masukan itu bagus, tapi harusnya jauh-jauh hari kalau saya mengkritik soal pemilu itu dari tahun 2009, 2014, 2019. Kita nungguin akademisi ini dari 25 tahun yang lalu sebenarnya, tapi baru bunyi belakangan, tapi fungsi intelektual akademisi penting untuk memberikan masukan, memberikan kritik untuk perbaikan-perbaikan ke depan,” tandas Fadli Zon.

 

Penulis: Redaksi

RELATED POSTS
FOLLOW US