Mantan Bupati Kuansing Mursini Dituntut 8,5 Tahun Penjara

246




Terdakwa Mursini dituntut 8 tahun 6 bulan penjara, Senin (20/12/2021). Limitnews.net/Thomson

12/23/2021 09:24:22

KUANSING - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Hidayat, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) menjatuhkan tuntutan 8 tahun 6 bulan pidana penjara terhadap terdakwa Mursini (Mantan Bupati Kuansing), di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin (20/12/2021).

Selain menjatuhkan pidana penjara, Musini  juga dituntut membayar denda Rp 350 juta subsider 6 bulan kurungan, ditamba dengan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,5 miliar.

"Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 UU No.20 tahun 2001 atas perubahan UURI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak korupsi, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dalam pengelolaan 5 kegiatan di Sekretaris Kabupaten (Sekab) Kuansing APBD Tahun Anggaran 2017, oleh karena itu terdakwa dipidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan," ujar JPU Imam Hidayat saat membacakan requisetoirnya.

BACA JUGA: Bupati Kuansing Diboyong KPK ke Jakarta Terjerat Kasus Suap Izin Perkebunan

Surat tuntutan itu dibacakan dihadapan Persidangan yang  dipimpin Ketua Majelis Hakim Dr. Dahlan SH, MH. Sementara, terdakwa hadir secara virtual dari Lapas Pekanbaru.

JPU mengurai perbuatan terdakwa antara lain, pemberian uang kepada sejumlah mantan anggota DPRD Kuansing yakni Musliadi (Rp 500 juta), Rosi Atali (Rp 130 juta) dan Andi Putra sebesar Rp 90 juta. Pemberian uang kepada anggota DPR itu guna percepatan pengesahan APBD Kuansing 2017.

Kemudian tambah JPU, terdakwa Mursini memerintahkan Saleh dan Verdi Ananta memberikan uang sebesar Rp 650 juta kepada 'orang KPK' di Batam, Kepulauan Riau dengan dua tahap. Tahap pertama Rp.500 juta dan tahap kedua Rp150 juta.

 

Penulis: Thomson

Category: NASIONALTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.