Maruarar Hengkang, Pengamat Prediksi Suara PDIP Akan Tergerus

Posted by : limitnew 19 Januari 2024 Tags : Maruarar Hengkang , Suara PDIP Akan Tergerus
Ilustrasi, Limitnews/Istimewa

DENPASAR – Mundur atau keluarnya politisi Maruarar Sirait atau Ara dari PDI Perjuangan diprediksi sejumlah pengamat politik berdampak terhadap elektabilitas PDIP. Bahkan suara PDIP juga berpotensi tergerus di Bali yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng.

Pengamat Politik Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar I Nyoman Subanda menduga ada konflik di antara orang-orang di lingkaran Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri. Konflik itu berujung pada renggangnya hubungan Jokowi dengan PDIP dan hengkangnya Ara.

“Puncak kekecewaannya bukan sekarang saja. Saya kira sudah dari dahulu itu. Nggak jadi menteri dan ada beberapa hal juga,” kata Subanda kepada, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA: Ikuti Ara dan Budiman, Ricky Tambunan Akan Bawa Gerbong ke Prabowo-Gibran

Menurut Subanda, konflik internal itu membuat elektabilitas PDIP semakin menurun, termasuk di Bali. Sehingga, kata dia, target PDIP Bali untuk memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud Md di Pulau Dewata dengan raihan suara di atas 90 persen sangat sulit terwujud.

“Kekecewaan orang Bali dan tokoh-tokoh di Bali terhadap PDIP itu yang menyebabkan (elektabilitas PDIP di Bali) merosot. Termasuk pengikutnya Jokowi dan pendukungnya Gibran (di Bali) banyak,” tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Udayana (Unud) Efatha Filomeno Borromeu menyebut, ada kemungkinan para simpatisan dan kader PDIP memilih capres-cawapres lain. Menurutnya, hal itu menunjukkan fenomena overton window (jendela overton).

“Saya kira ada fenomena overton window. Jadi, elektabilitas itu mempengaruhi tubuh suatu partai untuk bertanding (dalam pemilu). Mungkin mereka bertanding dengan baju merah, tapi pilihan presidennya berbeda,” kata Efatha, Rabu.

Efatha menilai Ara merupakan salah satu politikus berpengaruh. Hengkangnya Ara dari PDIP, kata dia, berpotensi diikuti oleh elite politik lain sehingga mempengaruhi pilihan simpatisan PDIP. Dalam politik, dia melanjutkan, fenomena itu disebut dengan bandwagon effect atau efek ikut-ikutan terhadap sesuatu yang sedang menjadi tren.

Menurut Efatha, keluarnya Ara ditambah absennya sosok Joko Widodo (Jokowi) dapat mengubah persepsi para calon anggota legislatif (caleg) PDIP saat memilih capres pada 14 Februari mendatang.

“(Efek bandwagon) akan sangat dipertimbangkan sekali. Karena akan mempengaruhi elektabilitas para caleg juga,” imbuhnya.

Selain faktor Ara, dia menilai ada aspek lain yang berpotensi menurunkan elektabilitas PDIP di berbagai daerah, termasuk Bali. Yakni, penokohan capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo yang tidak begitu masif, terutama di media sosial.

BACA JUGA: Gabung TKN, Khofifah ‘Amunisi’ Baru Prabowo-Gibran

Efatha lantas membandingkan Ganjar dengan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

“Misalnya, Anies menguasai Twitter (X). Sedangkan, Prabowo menguasai TikTok. Banyak stasiun televisi juga mendukung pasangan calon lain. Sehingga, PDIP tentu tidak punya banyak platform,” tuturnya.

Penulis: Redaksi

RELATED POSTS
FOLLOW US