MSPI Kritisi Polda Sumsel Terkait Penggerebekan Dua Gudang Pengolahan BBM Solar Hasilnya Nol

Posted by : limitnew 22 November 2023 Tags : MSPI , MSPI Kritisi Polda Sumsel , Polda Sumsel
Gedung Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Limitnews/Istimewa 

11/22/2023 14:09:49 

PALEMBANG – Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) mengkritisi kinerja Penyidik Unit 1 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) yang telah melakukan penggrebekan di dua gudang penyimpanan dan pengolahan BBM Solar ilegal di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, sebagaimana presrealis Polda Sumsel, Sabtu (18/11/2023).

Kritikan itu dilontarkan MSPI karena hasil penggrebekan itu samasekali tidak menemukan BBM Solar hasil timbunan dan atau Solar olahan sebagai bukti.

“Kita kira semua tahu kalau polisi bekerja secara profesional pastilah hasilnya memuaskan. Ada kegiatan, ada barang bukti dan ada yang dijadikan tersangka. Artinya ada bukti-bukti kuat untuk menindaklanjuti proses hukumnya. Tetapi apa yang dilakukan Subdit Tipiter Polda Sumsel sungguh memprihatinkan. Dengan pengerahan tim terpadu tapi hasilnya nol, inikan memalukan!,” ungkap Direktur Hubungan Antar Kelembagaan (Dirhubag) MSPI, Thomson Gultom di Jakarta menanggapi hasil penggerebekan dua gudang tetapi tidak menemukan barang bukti, kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

BACA JUGA: Harga Resmi Rp 14.700, BBM Solar Industri di Pelabuhan Muara Baru Dijual Hanya Rp 12.100

Thomson Gultom menilai bahwa ada kebocoran informasi ketika akan dilakukan penggerebekan, sehingga pengelola sudah mengosongkan tempat dan mengamankan bukti-bukti.

“Sudah menjadi rahasia umumlah jika ada kegiatan illegal ada oknum-oknum di dalamnya, baik itu oknum polisi, oknum TNI dan oknum aparat terkait lainnya. Contohnya, K alias Us (anggota polisi),” ujar Thomson.

Dirhubag MSPI itu mengatakan, bahwa sejauh pengamatannya ada pasokan BBM Solar dari Sumsel ke perairan Pantai Utara Jakarta. Selain dari Sumsel, katanya ada juga dari daerah Lampung.

“Sesuai dengan informasi dan hasil investigasi yang dilakukan MSPI dilapangan, bahwa pasokan BBM Solar yang diduga illegal ada dari Sumsel dan Lampung. Tetapi yang lebih banyak terpantau dari Lampung,” ungkap Thomson lagi.

Bahkan katanya, terkait BBM Solar yang diuga illegal dari Lampung ke Jakarta ini sudah berkoordinasi dengan sejumlah Aparat Pengak Hukum (APH) namun terkendala dengan regulasi.

“Ada beberapa Tongkang yang sudah kita pantau membawa BBM Solar dari Lampung ke Pelabuhan Jakarta Utara. Tongkang tersebut memasok BBM Solar ke Tongkang SPOB di Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta,” ujar Thomson tanpa menyebut nama perusahaan penyalur BBM Solar tersebut.

BACA JUGA: 4 Tahun Berkas Belum Dilimpahkan, MSPI Pertanyakan Laporan Ahmad Qurtubi ke Polres Bekasi

Dikutip dari www.detik.com, Polda Sumsel melakukan penggerebekan terhadap dua gudang penyimpanan dan pengolahan BBM Solar illegal.

Dan saat ini Unit 1 Subdit Tipiter Ditkrimsus Polda Susel sedang melakukan penyelidikan dan memintai keteranga dua orang masing-masing berinisial SB yang merupakan Ketua RT setempat serta K alias Us selaku pemilik lahan yang dipergunakan untuk gudang penyimpanan dan pengolahan BBM solar ilegal tersebut.

K alias US ini merupakan personel salah satu institusi yang awalnya disangkakan merupakan pengelola gudang BBM Solar Ilegal yang langsung di klarifikasi.

“Kami telah memintai keterangan terhadap dua orang saksi, termasuk saksi US selaku pemilik tanah. Dia mengaku sama sekali tidak mengetahui jika tanah miliknya dipergunakan sebagai tempat penampungan dan pengolahan BBM Solar Ilegal tersebut,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Dirreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel AKBP Yenni Diarty, Wadansatbrimobda Polda Sumsel AKBP Eko Sumaryanto saat rilis kasus, Senin (20/11/2023).

Menurut Putu, sesuai instruksi Kapolda, seluruh praktik ilegal, termasuk praktik penimbunan BBM ilegal akan ditindak tegas.

“Setelah ini kami juga masih akan memintai keterangan dari ahli dan terus melakukan penyelidikan terhadap siapa pemilik tempat penimbunan dan pengolahan BBM Solar Ilegal ini,” imbuh alumni Akpol 2000 ini.

Diberitakan sebelumnya, praktik penimbunan dan pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar ilegal kembali diungkap, akhir pekan lalu.

Tak cuma satu, melainkan tiga gudang tempat penimbunan dan pengolahan BBM ilegal ditemukan petugas gabungan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel pimpinan AKBP Tito Dani dan Satbrimobda Polda Sumsel dipimpin Wadansat Brimobda Polda Sumsel, AKBP Eko Sumaryanto.

Lokasinya di Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), hanya berjarak sekitar 25 meter dari Jalan Lintas Timur (Jalintim).

Dan seperti pada penggerebekan sebelumnya tidak ditemukan pekerja ataupun pemilik usaha dari gudang dan tempat pengolahan BBM ilegal ini.

BACA JUGA: Tiga Bulan, BPN Muba Tidak Tanggapi Surat Permohonan Polsek Bayung Lencir Terkait Sengketa Tanah

Dari dua TKP petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB). TKP pertama dua gudang, gudang pertama ditemukan empat buah tangki BBM masing-masing kapasitas 48 ton, 16 ton, 14 ton, 10 ton dan 8 ton, dua baby tank kesemuanya dalam keadaan kosong.

Gudang kedua di TKP pertama petugas menemukan baby tank dalam jumlah banyak yakni sebanyak 320 buah kapasitas 1 ton dalam keadaan kosong, delapan buah alat mixer. Lalu empat buah selang plastik dengan panjang lebih kurang 20 meterm dan di gudang ketiga TKP kedua ditemukan 170 baby tank, dua tangki besi kapasitas 30 ton kesemuanya dalam keadaan kosong

 

 

Penulis: Herlyna/Demson

RELATED POSTS
FOLLOW US