Nasdem dan Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan dan Kesewenangan KPK Tangkap Paksa Syahrul Yasin Limpo







Mantan Mentan SYL menaiki tangga gedung KPK dengan tangan diborgol. Limitnews/Istimewa 

10/13/2023 08:19:36

JAKARTA - DPP Partai NasDem mempertanyakan sikap kesewenang-wenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangkap paksa mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Begitu juga dengan Kuasa Hukum SYL, Febri Diansyah mengungkapkan ada kejanggalan lainnya yaitu penangkapan berdasarkan surat perintah bertanggal 11 Oktober 2023 dan pada hari yang sama, KPK juga mengeluarkan surat panggilan kedua, yang diterima kuasa hukum pada siang hari.

"Ada apa dengan KPK, kenapa mesti terburu-buru, tidak melalui proses dan tata hukum beracara," kata Bendahara Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di Jakarta, Kamis (12/10/2023) malam.

BERITA TERKAIT: KPK Akhirnya Umumkan Mantan Menteri Pertanian Tersangka Korupsi

Ia menjelaskan sesuai mekanisme hukum acara, sudah dilaksanakan pemanggilan pertama. Walaupun SYL tidak hadir, tetapi telah dijadwalkan kembali pada Jumat (13/10/2023). Sementara, SYL sudah menyatakan kesiapan hadir sesuai agenda yang telah dijadwalkan.

"SYL sendiri bersedia hadir, mestinya dilalui dulu. Kalau tidak hadir, maka penjemputan paksa itu diwajibkan. Tapi kan ini tidak terjadi. Malah dijemput paksa malam hari," katanya.

Sahroni juga mempertanyakan kembali pernyataan Juru Bicara KPK, yang menyatakan alasan dipercepatnya penangkapan karena sudah dianalisis.

"Kalau Ali Fikri bilang sesuai analisis, kan gak bisa bicara analisis. Tapi bicara bagaimana fakta hukum yang berlaku, harus dijalanin," pesannya.

KPK Keluarkan Dua Surat

Terpisah, Febri Diansyah, kuasa hukum mantan SYL menjelaskan bahwa penangkapan SYL berdasarkan surat perintah bertanggal 11 Oktober 2023 dan pada hari yang sama, KPK juga mengeluarkan surat panggilan kedua, yang diterima kuasa hukum pada siang hari.

"Ada dua surat yang dikeluarkan KPK pada tanggal 11 Oktober 2023, yaitu surat perintah penangkapan dan surat panggilan kedua," ungkap Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/10/2023) dini hari.

Menurut Febri, surat panggilan kedua itu sudah dikonfirmasi oleh pihaknya ke KPK bahwa SYL akan mendatangi KPK pada Jumat (13/10/2023).

"Kami tidak tahu, kejanggalan-kejanggalan ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh apa," ujarnya.

BACA JUGA: 10 Tahun Jadi Presiden, Menteri Jokowi Lebih Banyak Tersandung Hukum Dibanding Menteri SBY

Sebelumnya, SYL digiring ke gedung KPK sekitar pukul 19.16 WIB di Jakarta pada Kamis malam (12/10/2023). Ia dikawal petugas kepolisian dengan tiga mobil jenis SUV dan turun di lobi Gedung KPK di kawasan Kuningan.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan itu datang mengenakan topi dilengkapi rompi dan masker dengan kondisi tangan terborgol. Ia berada di salah satu mobil dari tiga mobil rombongan yang masuk ke gedung KPK. Setelah turun dari mobil, politisi NasDem tersebut langsung digiring petugas keamanan KPK menaiki tangga gedung.

 

 

 

Penulis: Redaksi

Category: NASIONALTags:
author
No Response

Comments are closed.