Polda Metro Harus Tahan Firli Bahuri Seperti Mabes Polri Tahan Ferdy Sambo

Posted by : limitnew 20 Desember 2023 Tags : Polda Harus Tahan Firli Bahuri
Massa Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) saat aksi demo tolak gugatan praperadilan di depan PN Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2023). Limitnews/Istimewa

BEKASI – Penyidik Polda Metro Jaya sudah seharusnya menahan tersangka Ketua KPK Nonaktif Firli Bahuri demi persamaan dan kesetaraan di muka hukum pasca gugatan praperadilannya ditolak hakim PN Jakarta Selatan.

Polda Metro Jaya harus seperti Mabes Polri yang berani menahan Irjen Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Nonaktif Mabes Polri yang terlibat pembunuhan Brigadir J. Bahkan saat Mabes Polri melimpahkan berkas ke Kejaksaan, Ferdy Sambo dan yang terlibat lainnya sudah memakai baju tahanan, beda dengan Firli Bahuri yang sudah ditetapkan tersangka tapi masih bebas berkeliaran.

BERITA TERKAIT: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Firli Bahuri

Menanggapi hal ini, mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo mendesak Polda Metro Jaya mengambil langkah cepat untuk memeriksa dan menahan Firli Bahuri. Desakan itu disampaikan Yudi karena gugatan praperadilan Firli Bahuri ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

“Kita berharap bahwa dengan ditolaknya permohonan (praperadilan) ini, Polda Metro Jaya bergerak cepat untuk kemudian melakukan kembali pemeriksaan terhadap Pak Firli dan kemudian dilakukan penahanan,” kata Yudi di PN Jaksel, Selasa (19/12/2023).

Yudi mengatakan demikian karena Firli Bahuri merupakan tersangka kasus dugaan korupsi berupa pemerasan dalam jabatan dan penerimaan gratifikasi yang ancaman pidananya di atas 5 tahun.

“Kenapa? Karena kasus korupsi sebelum dia P21, ya, walaupun kemarin sudah tahap 1 ya, itu harus segera dilakukan penahanan karena syarat objektifnya sudah tercukupi, yaitu ancaman di atas lima tahun,” terang Yudi.

Hal senada juga disampaikan mantan pegawai KPK lainnya yang juga Ketua IM57+ Institute, M Praswad Nugraha. Ia mengatakan, putusan PN Jaksel yang menolak praperadilan Firli harus menjadi alasan kuat Polda Metro Jaya segera menahan mantan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) itu.

“Proses peradilan dan putusan ini semakin menegaskan bahwa Firli harus ditahan sekarang juga. Pada proses peradilan, Firli menghadirkan bukti-bukti yang terkait kasus yang sedang ditangani KPK. Pada kondisi ini terdapat potensi penyimpangan yang dilakukan dengan menggunakan kekuasaan yang ada di KPK untuk menghalangi proses penyidikan terhadap dirinya,” kata Praswad.

“Untuk itu, tindakan untuk menghindari tersangka menghalang-halangi sudah terpenuhi melalui peristiwa ini seusai ketentuan KUHAP,” sambung menambahkan.

Frili Bahuri Dipolisikan Lagi

Sekedar informasi, bahwa Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pelaporan kali ini buntut menyerahkan bukti dokumen penanganan kasus dugaan suap eks pejabat Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dalam sidang praperadilan di kasus pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL).

BACA JUGA: KPU dan Bawaslu Harus Umumkan Transaksi Janggal demi Pemilu Jujur dan Adil

Pelapor adalah Ketua Lembaga Transparansi Anggaran dan Anti Korupsi Indonesia (Lemtaki), Edy Susilo. Laporan tersebut sudah teregister dengan nomor LP/B/7588/XII/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 18 Desember 2023.

Terlapor dalam hal ini Firli Bahuri dan kuasa hukumnya, Ian Iskandar. Keduanya dilaporkan atas Pasal 54 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juncto Pasal 322 KUHP.

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US