Program Rembuk Rakyat Naikkan Elektabilitas PSI 5,5 Persen

293




Hasil survei yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) untuk elektabilitas partai politik menjelang Pemilu 2024. Limitnews.net/Istimewa

04/29/2022 13:43:10

JAKARTA – Program Rembuk Rakyat bertujuan untuk menjaring sosok baru penerus kepemimpinan Presiden Jokowi yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berhasil menaikkan elektabilitas PSI mencapai 5,5 persen hingga masuk 5 besar. Demikian hasil survei yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS).

"Temuan survei yang dilakukan CPCS menunjukkan PDIP unggul dengan elektabilitas 18,1 persen, disusul Gerindra 12,3 persen dan Golkar 8,3 persen," kata Direktur Eksekutif CPCS, Tri Okta SK dalam rilis pers, Jumat (29/4/2022).

“PDIP, Gerindra, dan Golkar menduduki tiga besar elektabilitas partai politik, sedangkan di papan tengah PSI mengalami kenaikan yang didukung oleh agenda Rembuk Rakyat,” lanjut Okta.

BACA JUGA: Tsamara Amany Umumkan Mundur Sebagai Pengurus dan Kader PSI

BACA JUGA: Delapan Partai Politik Diprediksi Lolos ke Senayan, Termasuk PSI

Menurut Okta unggulnya PDIP tidak terlepas dari kemenangan partai pengusung Jokowi itu selama dua pemilu berturut-turut. Sementara itu, Gerindra yang sebelumnya menjadi oposisi kini bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi periode kedua.

Sedangkan, Golkar praktis selalu hadir di setiap pemerintahan, tidak pernah menempatkan diri sebagai partai oposisi. Berbeda dengan PDIP dan Gerindra yang terlalu memusatkan pada satu figur, Golkar memiliki banyak stok pemimpin yang tampil pada posisi-posisi strategis.

“Golkar bahkan pernah menggelar konvensi calon presiden, yang kemudian ditiru oleh Demokrat dan terakhir PSI dengan konsep Rembuk Rakyat,” kata Okta.

Nasdem sendiri meraih elektabilitas 4,0 persen, bersama-sama dengan PSI di papan tengah, serta PKB 6,8 persen, Demokrat 5,1 persen, dan PKS 4,4 persen.

“Diprediksi delapan partai melenggang ke Senayan setelah melewati ambang batas 4 persen,” ujar Okta.

BACA JUGA: Ketua KPU: Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu 2024 Dimulai Agustus 2022

BACA JUGA: Berkas Lengkap, Tersangka Rahmat Effendi Disidang di Pengadilan Tipikor Bandung

Dua partai yang saat ini memiliki kursi di DPR RI masih harus berjuang untuk lolos kembali, yaitu PPP dengan hasil survei 2,3 persen dan PAN 1,7 persen. Mereka lanjut dia, juga harus bersaing dengan partai-partai baru seperti Partai Ummat 1,3 persen dan Gelora dengan elektabilitas 1,0 persen.

Pada jajaran papan bawah ada Perindo (0,7 persen), Hanura (0,5 persen), PBB (0,4 persen), PKPI (0,3 persen), dan Berkarya (0,1 persen). Garuda dan Masyumi Reborn nihil, sedangkan partai-partai baru lainnya 0,7 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 26,5 persen.

Survei CPCS dilakukan pada 11-20 April 2022, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error plus minus 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Penulis: Tomson/Olo Siahaan

Category: NASIONAL
limitnews
No Response

Comments are closed.