Serobot Lahan Tanah, Perusahaan Pengembang Perumahan Dilaporkan ke Polda Jabar

Posted by : limitnew 13 Januari 2024 Tags : LBH Pancaran Hati Kota Bekasi
Ahli waris EH didampingi kuasa hukum dari LBH Pancaran Hati Kota Bekasi menunjukkan laporan polisi di Polda Jawa Barat. Limitnews/Olo

BANDUNG – Perusahaan pengembang perumahan dilaporkan ke Polda Jawa Barat atas dugaan penyerobotan tanah. Perusahaan properti tersebut dipolisikan oleh EH sebagai ahli waris dari pemilik tanah yang terletak di Kelurahan Warga Mekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Kuasa hukum EH, Ketua LBH Pancaran Hati Kota Bekasi Yunus Efendi, SH, Jumat (12/1/2024) membenarkan telah melaporkan salah satu perusahaan properti atas dugaan Penyerobotan Lahan Tanah dan dugaan Pemalsuan Surat-Surat Tanah ke SPKT Kepolisian Daerah Jawa Barat pada Rabu, 3 Januari 2024.

BACA JUGA: Bupati dan Anggota DPRD Labuhan Batu Ditahan KPK

Menurut Yunus, ahli waris memiliki dua bidang tanah yang terletak di wilayah RW 016 Kelurahan Warga Mekar, kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat masing-masing seluas 5.460m2 dan 16.800m2 yang didapat dari peninggalan orang tuanya, dimana orang tua dari ahli waris membeli tanah tersebut sejak tahun 1990, dan berdasarkan alat bukti yang dimiliki dan tercatat di Kantor PPATS Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dimana saat ini menjadi Kecamatan Baleendah.

“Dari alas hak yang dimiliki, dokumen asli alas hak sudah kita perlihatkan kepada penyidik Polda Jawa Barat, dan semua salinan berupa AJB, SPPT, Surat Keterangan Riwayat Tanah, Surat Keterangan Tidak Sengketa, dan Penetapan Ahli waris dari Pengadilan Balendaah, dan putusan Pengadilan dari Pengadilan Balendaah, sudah kita serahkan kepada pihak penyidik yang melakukan penyelidikan atas dugaan perkara Penyerobotan lahan tanah tersebut,” kata Ketua LBH Pancaran Hati Kota Bekasi itu.

“Tanah milik ahli waris saat ini diduga telah diserobot oleh salah satu perusahaan Properti bernuansa Syari’ah, dan sudah dilakukan pembangunan berupa Gapura, Pagar beton, dan Drainase, oleh salah satu pengembang perumahan,” sambung Yunus.

Yunus Efendi SH meminta pihak Penyidik dari Polda Jawa Barat segera mengusut laporan atas dugaan penyerobotan tanah milik kliennya. Menurut Yunus, tanah milik kliennya juga diduga sudah dipasarkan dan dijual kepada pihak lain melalui iklan media sosial, baik Instagram, YouTube dan beberapa media sosial lainnya.

“Kita juga mencegah agar masyarakat tidak menjadi korban atas pembelian tanah yang bukan milik pengembang, namun dipasarkan kepada masyarakat, ini sangat berbahaya, karena masyarakat tidak mengetahui status tanah tersebut milik siapa. Dan pada 29 Desember 2023, kami sudah memasang dua buah Plang pengumuman kepemilikan tanah klien kami, namun keesokan harinya yaitu 30 Desember 2023 sekitar pukul 21.00 Wib, plang pengumuman tersebut hilang, dimana salah satu plang dipotong menggunakan gergaji dan sampai saat ini plang tersebut tidak diketahui keberadaannya,” ungkap Yunus.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli sebuah lahan hunian, terlebih dahulu mengecek legalitas tanah yang dijual atau dibeli, jangan sampai sudah membeli, ternyata tanah yang dibeli adalah tanah milik orang lain yang sama sekali tidak memiliki hubungan hukumnya,” kata Yunus mengakhiri.

BACA JUGA: Polres Metro Bekasi Kota Diminta Serius Usut Dugaan Penipuan yang Dilakukan Mantan Direktur SMP

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US