Soal Etika, Anies Lupa Cak Imin Deklarasi Dukung Prabowo Malah Jadi Cawapresnya

Posted by : limitnew 10 Januari 2024 Tags : Anies Lupa Cak Imin Deklarasi , Soal Etika
Ketua Umum Partai Golkar, PAN, PKB dan Gerindra berkoalisi dukung Prabowo Subianto sebagai capres Pemilu 2024 di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023). Limitnews/Istimewa

BEKASI – Calon presiden (capres) Anies Baswedan berbicara etika bahkan mempertanyakan etika capres Prabowo Subianto saat debat di Istora Senayan, Minggu (7/1/2024) malam.

Saat itu, Anies menilai, Prabowo telah membiarkan etik demokrasi di Indonesia jauh dari harapan masyarakat. Salah satunya yakni pelanggaran etik berkaitan calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka.

“Lalu ada kejadian ketika ada pelanggaran etika dan Bapak tetap dengan cawapres (Gibran Rakabuming Raka) yang melanggar etika. Ini artinya ada kompromi etika,” kata Anies kepada Prabowo saat itu.

BACA JUGA: Golkar, PAN, PKB Koalisi Gerindra Deklarasi Prabowo Calon Presiden

Pemimpin Redaksi LIMIT NEWS, Oloan Siahaan, S.Sos angkat bicara saat berbincang-bincang dengan Jurnalis LIMIT NEWS terkait etika yang dipertanyakan Anies kepada Prabowo.

“Saya menilai Anies Baswedan dan timnya sudah sadar betul bahwa bahwa Gibran Rakabuming Raka faktor dan kunci kemenangan Prabowo jadi Presiden pada Pilpres 2024 ini. Sehingga mereka terus memikirkan itu (Gibran-red), sampai saat ini Anies dan timnya tidak bisa tidur memikirkan kenapa Gibran bisa jadi cawapresnya Prabowo. Dan saya percaya betul, debat terakhir nanti, proses Gibran jadi cawapres pasti dibawa Anies ke forum debat,” ungkap Olo panggilan Oloan Siahaan, Rabu (10/1/2024).

Lalu kata Olo, Anies mengaitkan proses Gibran jadi cawapres soal etika Prabowo. Namun Olo menegaskan, bahwa Anies juga lupa akan etikanya sendiri ketika Muhaimin Iskandar menjadi cawapresnya.

“Anies lupa bahwa di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta pada hari Minggu, 13 Agustus 2023 yang dihadiri beberapa Ketua Umum parpol salah satunya Muhaimin Iskandar mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres. Ahhh,,,urus saja moral mu, urus saja etika mu…Heheheeee,” kata Olo tertawa sembari mengingatkan lagu Iwan Fals.

Olo bahkan menyayangkan etika Ganjar Pranowo dan etika Anies Baswedan yang sesama capres memberikan vonis nilai kinerja Prabowo selama menjabat Menteri Pertahanan (Menhan).

“Debat debat aja, tapi di mana etika capres yang memberi nilai kepada Prabowo. Capres kok memposisikan dirinya sebagai Hakim atau sebagai Wasit? Berapa nilai Ganjar selama memimpin Jawa Tengah, berapa juga nilai Anies selama mimpin DKI Jakarta? Apakah Jateng sudah lebih baik dari DKI selama Ganjar memimpin? Apakah DKI sudah lebih baik dari Singapura atau Malaysia selama Anies memimpin? Intinya, capres menilai capres justru tidak punya etika,” kata Olo.

BACA JUGA: Laporan Awal Dana Kampanye PSI Tidak Masuk Akal

Selain itu, Olo juga berpesan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara terlebih dan terkhusus kepada moderator agar mengingatkan capres apabila narasi capres tidak masuk dalam thema yang sudah ditentukan.

“Moderator juga jangan hanya jadi pembaca pertanyaan atau jadi pembaca lainnya. Tapi mereka juga harus jadi pembaca narasi-narasi capres yang tidak terkait dengan thema yang sudah ditentukan,” kata Olo mengakhiri.

 

Penulis: Reza

RELATED POSTS
FOLLOW US