Soal Transaksi Janggal Triliunan Rupiah, Hasto Singgung Parpol Balihonya Tersebar di Pelosok Nusantara

limitnews.net
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Limitnews/Istimewa

JAKARTA – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, mengungkap adanya transaksi janggal terkait Pemilu 2024 yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyinggung soal ada partai politik (parpol) yang tiba-tiba memiliki banyak baliho tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

“Misalnya sekarang ada partai politik yang tanpa diketahui darimana tiba-tiba bisa memasang balihonya di seluruh nusantara, balihonya itu lebih banyak daripada jumlah pengurusnya,” kata Hasto tanpa menyebut partai politik tersebut dalam jumpa pers di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2023).

BACA JUGA: Baliho Caleg PSI di Kota Bekasi Tidak Tampilkan Foto Prabowo-Gibran

Oleh karena itu, Hasto mendorong adanya Komisi Independen perihal temuan-temuan terkait pemilu. Menurut Hasto, Komite Independen diharapkan bisa menjadi wasit antar partai politik dan paslon yang berkontestasi. Terlebih, guna menjaga fairness dan kualitas demokrasi Indonesia.

“Ini harus ada yang menghitung berapa, apakah partai-partau itu melaporkan berapa biaya pemasangan baliho, berapa jumlah baliho yang dipasang. Sehingga memang untuk menjaga fairness dan untuk mendorong peningkatan kualitas demokrasi Indonesia diperlukan komite independen,” ujar Hasto.

Temuan PPATK

PPATK sebelumnya menemukan transaksi janggal di masa kampanye Pemilu 2024. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut KPU dan Bawaslu sudah memegang data soal transaksi janggal itu.

“Kita sudah kirim surat ke KPU-Bawaslu. Kita sudah sampaikan beberapa transaksi terkait dengan angka-angka yang jumlahnya besar ya,” tutur Ivan usai menghadiri acara ‘Diseminasi PPATK’, Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Kamis (14/12/2023).

Ivan mengungkap transaksi janggal itu bernilai triliunan rupiah. Ivan mengatakan transaksi janggal itu melibatkan ribuan nama hingga partai politik.

“Kita masih menunggu, ini kan kita bicara triliunan, kita bicara angka yang sangat besar, kita bicara ribuan nama, kita bicara semua parpol kita lihat. Memang keinginan dari komisi III menginginkan PPATK memotret semua dan ini kita lakukan. Sesuai dengan kewenangan kita,” ungkapnya.

BACA JUGA: HUT Ke-9 PSI, Kaesang Targetkan Kader Jadi Kepala Daerah dan Wakil Ketua DPR RI

Ivan mengatakan laporan kepada PPATK terkait dengan Pemilu 2024 sangat masif. Kenaikan laporan disebut lebih dari 100 persen.

“Kita melihat memang transaksi terkait dengan Pemilu ini masif sekali laporannya kepada PPATK. Kenaikan lebih dari 100 persen di transaksi keuangan tunai, di transaksi keuangan mencurigakan, segala macam,” ucapnya.

 

Penulis: Redaksi

RELATED POSTS
FOLLOW US