Surya Tjandra, Mantan Politisi PSI Kini Jadi Juru Bicara Capres Anies Baswedan

Surya Tjandra saat masih di PSI dan Presiden Joko Widodo. Limitnews/Istimewa

07/08/2023 11:08:25

JAKARTA – Tak ada musuh yang abadi begitu juga tak ada kawan yang abadi, merangkul lawan menadi teman. Tampaknya itulah yang diterapkan Surya Tjandra mantan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini menjadi juru bicara calon presiden (Capres) Anies Baswedan.

Surya Tjandra mengikuti pemilihan umum legislatif pada 2019. Saat itu Surya maju menjadi calon legislatif di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur V atau Malang Raya, namun gagal.

BACA JUGA: Tsamara Amany Umumkan Mundur Sebagai Pengurus dan Kader PSI

Surya akhirnya dipilih oleh Presiden Jokowi untuk membantu Sofyan Djalil di Kementerian ATR/BPN sebagai Wamen pada tahun 2019 hingga diganti pada 15 Juni 2022. Dia digantikan oleh rekan separtai yang juga Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni.

Kini Surya Tjandra mengkritisi kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang menyatakan rumput stadion Jakarta International Stadium (JIS) dianggap tak layak untuk menggelar pertandingan sepak bola kelas internasional. Ia menyebut kualitas lapangan tersebut sudah diperhatikan sejak awal pembuatannya.

Pertama, ia menyebut dalam inspeksi kedua menteri Presiden Joko Widodo itu mendadak mendatangkan kontraktor untuk menilai rumput JIS. Ia menilai hal ini janggal karena kontraktor tersebut memiliki kepentingan bisnis.

“Yang jelas punya kepentingan bisnis. Jadi apa hasil evaluasinya bisa dipercaya? Secara metode kok bisa rumput yang di-sampling, justru yang di luar garis batas pertandingan?,” ujar Surya kepada wartawan, Rabu (5/7/2023).

Menurutnya, yang berhak untuk menilai kualitas rumput JIS adalah FIFA. Selain itu, ia menyoroti soal kontraktor yang dibawa padahal evaluasi dan tender proyek rumput saja belum selesai.

“Lebih parah lagi, baru sekali berkunjung tiba-tiba sudah keluar nilai proyek Rp6 milyar. Ini mau perbaiki JIS atau mau cari proyek rumput?,” ucapnya.

Ia juga mengaku mendapat kabar PT Jakarta Propertindo (Jakpro) juga tidak diajak untuk melakukan inspeksi, justru kunjungan langsung diambil alih pemerintah pusat yang kemudian langsung menggandeng PT Karya Rama Prima.

“Jadi niatnya seperti memang mau bikin drama, bukan survey teknis. Sementara PT KRP kan kebanyakan bikin lapangan golf, lihat saja semua proyeknya lapangan golf. Satu lapangan bola terkenal cuma Gelora Bung Karno, jadi saya bingung kenapa dia bisa dapat GBK ya?,” jelasnya.

Surya menyebut pada era eks Gubernur Anies Baswedan JIS dibangun sepenuhnya oleh tenaga kerja anak bangsa dibantu konsultan Buro Happold yang juga membangun Tottenham Hotspurs Stadium, di Inggris. Sehingga desainnya mengikuti standar dan FIFA Stadium Guideline yang juga digunakan di Tottenham Hotspurs Stadium, Inggris.

BACA JUGA: Keluar dari PSI, Michael Sianipar Gabung Partai Perindo

Dalam stadium guide line itu, FIFA disebut Surya tidak menyebut batas minimal parkir yang harus disediakan. Arahan umumnya adalah pada penggunaan transportasi publik dan modal split.

“JIS sendiri saat ini memiliki 1200 parkir yang diprioritaskan untuk Tim, Penonton dengan disabilitas, VVIP dan Undangan khusus. JIS juga didukung kantong parkir yang berada di area sekitar, seperti RS Sulianto Saroso, Kemayoran dan Ancol,” pungkasnya.

 

 

 

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US