Hakim Perintahkan Jaksa Sita AJB dan Ingatkan Notaris Hati-hati Membuat Akta

Notaris Herry Sosiawan (kiri), Dudy Kurniawan, Asisten Notaris Herry Sosiawan (kanan). Limitnews.net/Luster Siregar

10/12/2021 13:58:08

TANGERANG – Berkelit dan mengaku tak mengetahui suatu permasalahan, adalah hak seseorang untuk bertahan meski sudah disumpah sebelum memberi keterangan. Demikian halnya dengan Notaris Herry Sosiawan ketika dimintai kesaksiannya seputar sengketa tanah yang berproses di kantornya. Pengakuan itu terlontar ketika dimintai keterangannya di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (11/10/2021).

Ia mengaku tak mengenal mereka yang bersengketa yakni, Hamzah (54) kuasa penjual serta Syahmadi (65) dan Arief Kastimunandar (56) selaku pembeli. Menyikapi pengakuan yang rada meragukan itu, Tugianto, ketua majelis hakim yang menyidangkan spontan mengingatkan agar Herry hat-hati dalam menerbitkan Akta Jual Beli (AJB) tanah.

Tidak sedikit perkara sengketa tanah, awalnya berproses di kantor Notaris. Bahkan Notaris juga sering turut terlibat dan punya andil besar dalam pertikaian. Lalu kemudian berlanjut hingga ke pengadilan.

"Saya sudah dua kali menyidangkan Notaris, di antaranya Raden Teuku Umar, Notaris di Jakarta Utara dan menghukumnya dua tahun penjara," ujar Tugianto mengingatkan.

Pada hari yang sama, Dudy Kurniawan, asisten notaris yang menerbitkan Akta tersebut. Dalam kesaksiannya, bahwa dialah yang menerbitkan AJB atas Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 1525/Neglasari atas nama pemilik, Zaenal Muttaqin.

Syahmadi dan Arief Kastimunandar sebagai korban sekaligus sebagai terdakwa. Limitnews.net/Luster Siregar

Akta Jual Beli-Sementara (AJB-S) diterbitkan, dengan menghadirkan Hamzah, kuasa penjual (kuasa secara lisan) serta Syahmadi dan Arief Kastimunandar sebagai pihak pembeli.

Tidak berhenti hanya pada proses pembuatan AJB-S. Dudy terus melanjutkan langkahnya, memohonkan ke instansi terkait, yakni BPN untuk melakukan pengukuran sekaligus menerbitkan Surat Ukur.

Dudy mengaku masih menyimpan AJB yang diterbitkannya. Ditambahkan, ia menerima biaya pembuatan AJB dan pembayaran pajak tanah, sebesar Rp 70 juta lebih.

Pada kesempatan itu, hakim memerintahkan jaksa Reza Vahlefi supaya melakukan penyitaan terhadap Akta Jual Beli-Sementara (AKB-S) yang berada di tangan Dudy Kurniawan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya. Hamzah, PNS di Pemda Kota Tangerang telah menjual tanah milik orang lain di kantor Notaris Herry Sosiawan kepada Syahmadi dan Arief Kastimunandar pada Mei 2018 silam.

Lahan terletak di Jl. Amd 44 Sukatani, Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Seluas 1.013 M² seharga Rp 1,7 miliar. Merasa yakin tanah dimaksud telah milik kedua pembeli. Maka keduanya pun langsung membangun rumah di atas tanah seluas 700 M² dan 413 M² itu.

Naas. Rumah dibangun permanen dan tergolong mewah tersebut menjadi sengketa. Sebab ahli waris dari pemilik tanah H. Zaenal Muttaqin (Sertifikat), yaitu Hj.Rosadah, Nurjanah, dan Chodiyatus Sadiyah mengklaim sebagai pemilik lahan. Kemudian melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Tak ayal, kedua pembeli, Syahmadi dan Arief Kastimunandar korban penggelapan dan penipuan. Tetapi harus berurusan dengan hukum. Keduanya terseret ke persidangan didakwa melanggar Pasal 480 KUHP tentang penadahan dan Pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan tanpa seijin pemiliknya serta Pasal 385 Kuhp tentang penyerobotan tanah. Sementara Hamzah selaku penjual tanah, didakwa melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Menurut Berlin Sitorus didampingi rekannya M. Hasan dan Edho Ricky, kuasa hukum kedua terdakwa. Bahwa perkara ini sempat diperiksa di Kejaksan Agung (Kejagung RI) menyangkut gratifikasi keuangan atas rekening milik terdakwa Hamzah (kuasa penjual). PNS golongan rendah, namun dalam rekeningnya mengendap uang sebesar Rp 3 miliar lebih.

 

Penulis: Luster Siregar

Category: Tangerang

limitnews
No Response

Comments are closed.