Karyawan Pabrik Keramik Essenza Unjukrasa, Tuntut Pesangon Dibayar Sekaligus

Karyawan bersama Kuasa Hukum Ranop Siregar foto bersama usai unjukrasa damai. Limitnews.net/Luster Siregar

11/04/2021 10:51:09

TANGERANG - Ratusan karyawan Keramik merek 'Essenza' yang di-PHK sejak tahun 2016 gelar aksi unjukrasa (demo) di pabrik tempat mereka bekerja, Kawasan lndustri Palm Manis, Jalan Dumpit, Gandasari, Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu (3/11/2021).

Aksi unjukrasa dilakukan, karena Direksi perusahaan tak mau membayar kompensasi secara tunai uang pesangon, sesuai perintah Putusan Gugatan Perkara No. 166/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Srg., tertanggal 20 Juli 2021.

Amar putusan hakim, bahwa PT. Internusa Keramik Alamsari dan PT Intikeramik Alamsari Industri, Tbk., dinyatakan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 115 orang karyawan. atas PHK itu, perusahaan dihukum membayar pesangon sebesar Rp 8 miliar lebih dan diperintahkan supaya  segera membayarkan sekaligus secara tunai.

Ranop Siregar, SH, MH saat memberi pengarahan kepada karyawan agar unjukrasa berlangsung damai. Limitnews.net/Luster Siregar

Menurut Ranop Siregar, SH, MH, Kuasa Hukum para karyawan, pihaknya melakukan aksi unjukrasa, lantaran perusahaan besar yang sudah Go Publik ini tidak menjalankan perintah pengadilan yakni, 'wajib dan seketika segera membayar biaya kompensasi pesangon dan hak² lainnya kepada karyawan secara tunai.'

BACA JUGA: Sidang PHK Karyawan, “Aneh” Majelis Hakim yang Sama, Tuntutan yang Sama, Namun Dua Perkara yang Sama Tersebut Putusannya Bisa Berbeda

BACA JUGA: Demi Kepentingan Perusahaan Go-Publik, Hakim Dituding Cenderung Berpihak

Kasihan, nasib keluarga karyawan. Sejak diPHK pada 2016, mereka masih banyak yang menganggur. Belum lagi cekaman dampak Pandemi. Sehingga roda perekonomian semakin hari kian terpuruk. Utang pun bertumpuk.

"Padahal bila mengacu pada jurnal laporan keuangan yang dipublikasikan ke pialang saham, Bursa Efek-Bapepam. Bahwa laba yang diperoleh perusahaan yang tergabung dalam asosiasi KAI dan INKA ini. Pada tahun 2020, memperoleh keuntungan hingga Rp 92 miliar lebih," tutur Ranop.

Aksi unjukrasa dilakukan adalah untuk menggugah nurani perusahaan terhadap kaum lemah, karyawan yang sudah lama mengabdi.

"Jika unjukrasa ini tak digubris. Maka kami akan melanjutkan aksi ke kantor pusat di gedung Bidakara Pancoran, Jakarta," tegas Agus, koordinator karyawan kepada wartawan.

“Kami juga akan menjadwalkan aksi ke Kedutaan Besar negara-negara tujuan penerima (ekspor). Bahkan akan berlanjut ke kantor Kementerian terkait. Jika perlu ke Istana Kepresidenan pun akan kami tempuh,” papar Agus.

 

Penulis: Luster Siregar

Category: TangerangTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.