Penasihat Hukum Terdakwa Bingung, Jaksa Tuntut Pasal 372, Hakim Memvonis Pasal 378

Terdakwa Im Hoa dan terdakwa Heriyanto. Limitnews.net/Luster Siregar

10/06/2021 10:09:45

TANGERANG - Sejak awal persidangan terhadap terdakwa Im Hoa (58) dan Ir. Heriyanto (46) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Sudah menjadi pusat perhatian publik khususnya awak media. Hingga pada akhir persidangan dalam agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim pada Selasa, (5/10/2021).

Kali ini yang menjadi sorotan adalah tentang tuntutan jaksa yang kontroversial dengan putusan hakim. Yakni, jaksa dalam kesimpulannya menyebut kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan menuntutnya 3 (tiga) tahun penjara.

Sedangkan majelis hakim berkesimpulan lain. Menurut majelis hakim yang diketuai Aji Suryo, kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 378 Kuhp tentang penipuan. Lalu hakim menghukum kedua terdakwa penjara, selama 2 (dua) tahun.

Hotben Sitorus, kuasa hukum kedua terdakwa, sangat menampakkan kebingungannya saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: Perkara Terkesan Dipaksakan, Penasihat Hukum Terdakwa Mohon Kliennya Dibebaskan

Bingung, karena jaksa pada requisitornya tak menyebutkan bahwa kedua kliennya bersalah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan sebagaimana pertimbangan hakim. Tetapi jaksa, hanya menyimpulkan kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 372 Kuhp tentang penggelapan.

"Jaksa mempersalahkan kedua klien saya melanggar Pasal 372 Kuhp tentang penggelapan. Maka saya pun tentu fokus membuat pledooi atau pembelaan tentang pelanggaran Pasal 372 Kuhp," tegas Hotben kepada wartawan, agaknya menuding hakim keliru dalam membuat keputusan.

“Tugas saya sebagai pengacara, hanya membuat pembelaan terhadap tuntutan jaksa. Bukan membela dakwaan jaksa,” tambah Hotben menumpahkan kekecewaannya.

Hotben Sitorus, Kuasa Hukum kedua terdakwa. Limitnews.net/Luster Siregar

Sebelumnya Hotben dalam pembelaan dan dupliknya, sangat keberatan jika kedua kliennya disidangkan secara pidana. Sebab, permasalahan ini kategori ranah keperdataan, katanya.

Karena menyangkut persengketaan Wanprestasi atau Cidera Janji. Ingkar.

Di persidangan terungkap, bahwa terdakwa Im Hoa dan Heriyanto mengaku memiliki tanah seluas 6,7 Ha di Desa Salembaran Jati, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Harga tanah disepakati Rp 400 ribu per M². Total harga keseluruhannya sebesar Rp 26 Miliar. Kesepakatan dan Pernyataan tersebut, dituangkan dalam Nota Akta Pernyataan No. 03 tertanggal 15 Nopember 2019 di hadapan Notaris Muhammad Irsan.

Atas dasar dan oleh Akta pernyataan itu, Trisna Wijaya selaku pembeli terpedaya, kemudian menyerahkan uang kepada terdakwa Im Hoa dan Heriyanto sebesar Rp 1.3 miliar. Setelah ditelusuri, ternyata tanah tersebut milik orang lain.

"Hakim bebas membuat suatu keputusan. Kami jaksa penuntut umum, akurat dalam membuat pasal jeratan terhadap kedua terdakwa," tutur Rina Mariana didampingi rekannya Oktaviandi Samsurizal menjawab wartawan sembari memperlihatkan Surat Dakwaannya, yakni melanggar Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan.

 

Penulis: Luster Siregar

Category: TangerangTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.