Sidang Dua Narapidana Narkoba, Satu Dituntut Seumur Hidup Satu Lagi Hanya Lima Tahun Penjara

Mustakim dituntut pidana penjara seumur hidup (kiri), Dian Novita dituntut lima tahun penjara (tengah), Dedi Joherman Sihombing, Kuasa Hukum Terdakwa (kanan). Limitnews.net/Luster Siregar

11/10/2021 21:02:18

TANGERANG – 'Kapok,' sepertinya kata ini tak berlaku bagi terdakwa Mustakim (30). Meski sebelumnya ia telah mendekam di balik jerusi besi selama lima tahun dalam kasus peredaran Narkoba. Namun ia tak jera-jera, tetap saja menggeluti usaha peredaran barang haram perusak masa depan anak bangsa itu.

Setelah bebas beberapa bulan dari penjara, gerak-gerik sehari-harinya menjadi sorotan warga di wilayahnya tinggal di Gg Anggrek RT 006/RW002 Cipondoh Makmur, Cipondoh, Kota Tangerang. Tak terkecuali dengan petugas kepolisian dan menjadikannya sasaran Target Operasi (TO).

Benar saja, pada Kamis, 22 April 2021 lalu sekira jam 21.00 Wib. Saat ia duduk di pinggiran jalan. Tiga orang Buser, petugas kepolisian dari Polres Metro Kota Tangerang menghampirinya. Hasil interogasi. Bahwa pada 26 Maret 2021, Mustakim menerima pasokan Shabu seberat 30 (tigapuluh) Kg dari Ali dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Cilegon, Banten.

Barang haram tersebut, disimpan di rumahnya di Cipondoh. Dibungkus di dalam plastik bening, dengan ukuran berat bervariasi sesuai pesanan konsumen. Disalurkan ke beberapa pengedar di tiga lokasi berbeda, di antaranya di Porisgaga-Batuceper dekat Stasiun Kereta Api, Danau Situ Cipondoh dan di bilangan Ampera-Batuceper-Kota Tangerang.

Sisa barang bukti yang disita dari rumahnya di Gg. Anggrek, Cipondoh. Yakni, Shabu 13 (tigabelas) bungkus plastik klip bening serta 5 (lima) bungkus plastik hijau dan kuning. Sedangkan di rumah kontrakan lainnya di Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang, juga Shabu sebanyak 18 (delapanbelas) bungkus plastik berikut 2 (dua) unit timbangan elektrik.

Di persidangan Mustakim mengaku, Shabu seberat 30 kg itu, sebagian besar sudah dibagi ke alamat penerima. Dari hasil penyaluran Shabu, ia mendapat upah sebesar Rp 10 juta.

Jaksa Dimas Satria Putra yang menyeret Mustakim ke persidangan  PN Tangerang pada Rabu (10/11/21), menuntut dan mohon agar majelis hakim yang diketuai Tugianto menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan menghukum terdakwa penjara 'seumur hidup.'

Sidang ditunda hingga minggu depan dengan agenda pledooi atau pembelaan dari Dedi Joherman Sihombing, kuasa hukum terdakwa.

Dituntut Ringan

Sementara pada persidangan lainnya, di Pengadilan yang sama. Narapidana Dian Novita (40) yang saat ini tengah menjalani hukuman penjara selama 7 (tujuh) tahun dalam kasus Narkoba.

Meski di dalam penjara, ia masih tetap saja menggeluti bisnis Narkoba dengan pihak luar.

Cuma. Nasib baik masih berpihak padanya, wanita berkulit sawo mateng ini bolehlah sedikit agak berlega. Sebab jaksa Dwi Indah Kartika yang menyeretnya ke persidangan untuk yang kedua kalinya. Menuntutnya dengan hukuman ringan, hanya 5 (lima) tahun penjara, melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika.

 

Penulis: Luster Siregar

Category: TangerangTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.