Terdakwa Warga Malaysia, Meski Tak Ditahan Selalu Mengenakan Rompi Tahanan

limitnews,net

Terdakwa warga negara Malaysia selalu mengenakan rompi tahanan saat sidang meski tidak ditahan. Limitnews.net/Luster Siregar

TANGERANG - Kasus penipuan yang melibatkan warga negara Malaysia yang saat ini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menjadi sorotan publik khususnya awak media. Betapa tidak, setiap turun dari mobil yang dikemudikan istrinya, ia selalu mengenakan Rompi Tahanan hingga ke ruang persidangan.  Padahal statusnya tidak sebagai terdakwa yang ditahan di Rutan. Artinya, terdakwa bisa bebas mengenakan pakaian apa saja tetapi rapi.

"Mengenakan pakaian Rompi Tahanan, agaknya hanya untuk mengelabui korban-korbannya. Tapi syukurlah. Majelis hakim yang diketuai Didit Susilo telah mengeluarkan 'Surat Penetapan Penahanan' pada Kamis (16/9/2021) terhadap terdakwa Jack Rahman (46) ini," ujar Yenni Rajagukguk, kuasa hukum para korban di kantornya kepada wartawan merasa lega, Jumat (17/9/2021).

Sebagaimana terungkap di persidangan. Setelah dua tahun dinyatakan sebagai buron, akhirnya Suhaimi bin Abdul Rahman (46) warga Malaysia, Direktur PT. Skipjack Indonesia, usaha Jasa Keuangan melalui tehnik Digital itu berhasil diringkus petugas Kepolisian Polda Metro Jaya.

Terdakwa Suhaimi bin Abdul Rahman yang  sudah berganti nama Indonesia menjadi Jack Rahman itu, digrebeg di salah satu Apartement mewah di bilangan Semanggi Senayan, Jakarta pada pertengahan April 2021 lalu.

Terdakwa dinyatakan sebagai buron, selain karena ijin tinggalnya di Indonesia sudah berakhir pada Januari 2019, juga identitasnya berupa KTP, SIM dan dokumen lainnya yang digunakannya diduga palsu.

Jack Rahman yang di-sebut² sebagai ahli IT itu, didakwa jaksa Eva Novyanti dan Adib Fahry melanggar pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat-Surat. Atas tindak pidana pemalsuan yang dilakukan Jack Rahman, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan.

Di tempat terpisah, Anggiat Manalu yang juga sebagai kuasa hukum korban, sangat menyayangkan isi tuntutan jaksa yang tidak mencantumkan atau perintah: "Supaya Terdakwa Ditahan."

Selain Jack Rahman sebagai terdakwa, sebutnya. Masih ada beberapa orang lagi yang turut terlibat dalam pembuatan identitas palsu dan pelaku penipuan terhadap kliennya.

"Akibat ulah tipu daya terdakwa, sejumlah korban telah menderita kerugian hingga puluhan miliaran rupiah," tutur Anggiat.

 

Penulis: Luster Siregar

Category: TangerangTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.